News

Wisata Sipinsur Ditutup Sementara  

HUMBAHAS, FaseBerita.ID Obyek Wisata Geosite Sipinsur di Desa Pearung, Kecamatan Paranginan, Kabupaten  Humbang Hasundutan (Humbahas) akan ditutup sementara. Penutupan dimulai besok, Kamis (6/5) sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran covid 19. Dimana, tempat wisata yang dikelola Pemkab tersebut disinyalir akan mengalami lonjakan pengunjung jelang serta pasca lebaran.

Plt Kadis Pariwisata Humbahas Drs Jonny Gultom menyebutkan, penutupan sementara tempat wisata di Humbahas merujuk kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik. Penutupan tempat wisata dinilai menjadi alternatif dalam mencegah kerumunan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Selain Sipinsur, beberapa tempat wisata lain yang dikelola masyarakat juga diminta untuk sementara ditutup karena berpotensi menimbulkan keramaian,“ kata Jonny , Selasa (4/5).

Dijelaskan, penutupan sementara tempat- tempat wisata merupakan hasil rakor melalui video conference (Vicon) kepala daerah dengan Menteri Dalam Negeri dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan covid 19 di daerah.

“Itu hasil vidcon kepala daerah dengan Kemendagri. Diinstruksikan mulai 6 Mei, tempat wisata akan ditutup. Penutupan tempat wisata ini ditindaklanjuti melalui himbauan atau surat edaran  bupati/walikota di daerah masing-masing,” jelasnya.

Di Humbahas, penutupan tempat wisata tersebut ditindaklanjuti melalui surat edaran bupati Nomor: 556/1192/Pariwisata/V/2021. Sesuai dengan hasil rapat Forkopimda tanggal 3 Mei.

Dengan adanya penutupan sementara tempat wisata diharapkan dapat mengantisipasi alasan para pemudik ‘berbalut’ liburan ke tempat wisata. “Jadi, dengan adanya penutupan sementara tempat wisata, tidak ada lagi alasan para pemudik, wisatawan domestik dan mancanegara untuk bepergian ke tempat wisata. Kepada masyarakat pengelola tempat wisata akan dilakukan himbauan. Sebab pemerintah bertanggungjawab dalam pengendalian Covid yang masih mewabah,” ujar mantan kabag Protokol itu. (sht/fabe)