News

Waspadai Peningkatan Suhu Udara Mencapai 34 Derajat Celcius di Sumut

FaseBerita.ID – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan meminta masyarakat agar mewaspadai terjadinya peningkatan suhu udara yang mencapai 34 derajat celsius di Provinsi Sumatera Utara.

“Yang perlu diwaspadai, mungkin suhu. Suhu kita di Februari sampai Maret, bisa mencapai 33 sampai 34 derajat Celsius,” ujar Forecaster BBMKG Wilayah I Medan, Christin Matondang di Medan, Sabtu (20/2) lalu.

Dampak peningkatan suhu udara tersebut, tidak hanya dirasakan pada siang hari, namun juga di malam hari akibat cuaca lebih kering dan terasa lebih panas dari sebelumnya 32 derajat Celsius.

Sehingga penduduk di Sumataera Utara, khususnya di Kota Medan, akan mengalami kegerahan, terutama pada malam hari di tengah peralihan musim menuju kemarau yang terjadi dewasa ini.

“Secara umum, curah hujan di Sumut jauh berkurang. Kalau di Sumut terdapat dua kali periode hujan yang cukup rendah, yakni Februari hingga Maret, dan Juli sampai Agustus,” kata dia.

“Jadi di Sumut itu, tidak seperti di Jawa, pola hujannya berbeda. Untuk potensi hujan sedang hingga lebat itu, sudah berkurang di bulan Februari,” ucap Christin.

Cuaca Ekstrem di 23 Wilayah

Berbeda dengan Sumatera Utara, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah daerah. BMKG memprediksi ada 23 wilayah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem pada Minggu (21/2).

Dari data yang dihimpun dari berbagai sumber, sebanyak 23 wilayah tersebut di antaranya akan berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat, petir dan angin kencang.

BMKG mengatakan potensi cuaca ekstrem ini diakibatkan siklon tropis Dujuan yang terpantau di Samudra Pasifik Timur Filipina dengan kecepatan angin maksimum mencapai 45 knot.

Kemudian bergerak ke arah barat perlahan dan secara tidak langsung membentuk area perlambatan kecepatan angin/konvergensi memanjang dari Papua Barat hingga Papua bagian Utara. Serta peningkatan kecepatan angin/Low Level Jet (LLJ) di perairan Timur Filipina hingga perairan Utara Halmahera.

Kondisi ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar siklon tropis dan di sepanjang daerah konvergensi serta mampu meningkatkan tinggi gelombang di perairan tersebut.

Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah; Jambi,
Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku dan Papua. Sedangkan wilayah yang berpotensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang adalah; DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Maluku Utara. (antara/fabe)

USI