News

Warung Ikhlas Sediakan Berbagai Menu Berbuka: Ambil Secukupnya Bayar Seikhlasnya

FaseBerita.ID – Berikut pemandangan dari belakang Avanza Hitam yang terparkir di Jalan Sutan Soripada Mulia, Sadabuan, Padangsidimpuan Utara.

Ada dua gadis; Rani dan Anggi menawarkan kepada setiap pengguna jalan yang lewat untuk singgah. Lalu memilih makanan takjil yang dibutuhkan. Pejalan kaki di kawasan komplek pendidikan di Kota Padangsidimpuan itu, yang tak jauh dari Pasar Inpres Sadabuan itu, juga ditawari.

“Pilih saja, Ibu. Ambil secukupnya. Bayar seikhlasnya,” sebut Rani dan Anggi kepada seorang ibu muda yang mampir sembari menggendong anaknya yang balita.

Tidak ada ketentuan harga dan tidak ada batasan jumlah takjil panganan berbuka, yang diberikan. Hanya ambil secukupnya dan bayar seikhlasnya.

Konsep berbagi dan bersedekah yang diinisiasi enam gadis Kota Padangsidimpuan ini, dengan nama; Warung Ikhlas.

Tiap sore selama Ramadan ini, mereka stay di Jalan Sutan Soripada Mulia Nomor 17 Komplek Sadabuan, atau di depan gedung Rektorat Universitas Graha Nusantara. Keenamnya, yakni Rani Kusuma Ningtyas, Anggi Donni M Ritonga, Khairunnissah Nasution, Agustina Uli Lubis, Hamidah Ritonga dan Fitri Masnisyah Harahap.

Mereka secara bergantian menyapa para pengunjung untuk memilih panganan yang dipajang dari dalam bagasi Mobil Avanza milik pribadi itu.

Rani dan kawan-kawan menyajikan enam jenis panganan, yang hari berikutnya menu itu bakal berganti. Ada Es Lengkong, Martabak, Puding, Mi Kuning, Tahu Baso dan Kue Dadar.

Dalam menyiapkan sajian ini, Rani dan kawan-kawan sudah harus berbelanja bahan-bahan yang dibutuhkan mulai jam sembilan pagi. Pada jam 11 berikutnya, mereka sudah di dapur dalam mengolah semua bahan hingga menjadi makanan berbuka puasa andalan, yang akrab di lidah warga Kota Padangsidimpuan.

“Selesai waktu Ashar, semua sudah siap dan langsung kita ke sini (Stand). Yang paling sulit saat ini menyiapkan kue dadar ini, karena harus lagi memasak lumpia, membalutnya lagi,” kata Rani, gadis yang baru sarjana dari Unisula Semarang itu.

Bagaimana ceritanya awal Rani, Anggi, Nisa, Hamidah, Agustina dan dan Fitri terinspirasi mendirikan Warung Ikhlas ini? Mulanya, Rani menyaksikan Warung Pojok yang ada di Jakarta, bikinan seorang Muallaf yang sengaja memginvestasikan seluruh hartanya untuk berbagi bersama dhuafa dan warga kurang mampu, menyediakan makanan siap saji di warung pojok itu.

Rani pun berbagi pikiran bersama teman-teman, hingga terbitlah ide untuk mendirikan Warung Ikhlas di kampung halaman, Kota Padangsidimpuan. Untuk membantu orang yang kurang mampu membeli makanan, sekaligus membantu menyalurkannya dari orang yang ingin berbagi.

“Modal awal kita patungan, 600 ribu (Rupiah). Alhamdulillah setelah beberapa hari ini cukup aja untuk belanja buat bahan-bahan lagi,” ungkap Anggi.

Pengunjung yang datang beragam, dan item makanan yang diambil pun bervariasi. Tidak ada ketentuan harga, jika merasa tidak percaya diri. Bisa ditaruh dalam kardus yang terletak di antara menu panganan yang dijajakan.

Bahkan menurut cerita Rani dan Anggi, pernah suatu ketika pengunjung membayar sebesar Rp5 ribu untuk sembilan item makanan yang diambil. Namun, itu tak pernah kurang, dan segera tertutupi dengan belanja dari pengunjung yang lain.

Itulah kata Rani dan Anggi, sebagai manfaat Warung Ikhlas. Bisa bermanfaat untuk semua orang dan semua tingkatan.

“Kendala dana tidak ada, cuman kesiapan saja, pagi sudah belanja, dan setiap hari evaluasi, besok menu apalagi. Karena setiap hari berubah. Kalau bayaran yang pernah diterima paling sedikit, ada yang bayar Rp2 ribu. Alhamdulillah,” ujar Rani tersenyum.

Jika ada kelebihan pendapatan secara benefit, mereka tidak mengambil itu. Kecuali untuk biaya operasional dan dibagi sebagai ‘uang minum’ secukupnya. Niatnya hanya untuk berbagi.

Ke depannya, enam gadis ini berencana membuat Warung Ikhlas bukan saja di Bulan Puasa ini. Tujuan utamanya memang itu, berkelanjutan memberikan sarana berbagi makanan bagi mereka yang kurang mampu. Dengan jajanan bergizi cukup. Tapi karena ini momen Ramadan, Warung Ikhlas pun baru menyediakan makanan khas Ramadan. (san)

USI