News

Warga Pertanyakan CSR PT Bridgestone

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Masyarakat terdampak kegiatan usaha PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate (BSPE) Dolok Merangir yang berkantor di Nagori Dolok Merangir I, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, kini mulai mempertanyakan CSRnya.

Viktor Sinaga selau Wakil Ketua Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Karang Taruna Kabupaten Simalungun mengatakan, Karang Taruna mendapat masukan dan keluhan dari warga di Nagori Dolok Marangir I soal penyaluran CSR dari PT BSBE.

“Wajar saja mereka mempertanyakan hak-hak yang diatur di dalam perundang-undangan yang berlaku di NKRI ini. Boleh dibuka nomenklatur hak-hak masyarakat terdampak itu, di antaranya ada diundang-undang tentang perseroan terbatas maupun undang-undang tentang pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup,” kata Viktor Sinaga, wakil ketua Bidang Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Karang Taruna Kabupaten Simalungun kepada kru koran ini

Berdasarkan informasi tersebut, media ini mencoba menggali informasi dari beberapa pangulu dari beberapa nagori di Kecamatan Tapian Dolok. Di antaranya Pangulu Batu Silangit Warsito. Warsito menyampaikan bahwa memang selama 4 tahun terakhir dan sebelumnya juga belum pernah warganya menerima CSR dari pihak PT BSRE.

“Kami tidak pernah menerima bantuan ATA dana CSR untuk bantuan warga kami yang bersekolah ataupun dalam bentuk apa pun. Dulu pernah kami mengajukan alat berat untuk perbaikan jalan dengan membuat surat, itu pun minyaknya kami yang isikan,” ujar Warsito.

“Pihak perkebunan meminta surat ucapan terima kasih, ternyata itu dihitung CSR oleh mereka,” kata Warsito saat ditemui di Kantor Camat Tapian Dolok, Senin (29/7/2019) sekira pukul 11.00 WIB.

Ungkapan senada juga disampaikan Pangulu Dolok Maraja Rusli. “Belum pernah kami menerima dana CSR untuk warga kami yang bersekolah baik untuk yang berprestasi maupun yang tidak mampu. Bahkan beberapa waktu yang lalu kami memohon bantuan alat berat untuk perbaikan jalan sampai sekarang pun belum terealisasi,” katanya ketus.

Sementara itu, salah seorang petugas Kantor Nagori Batu Selangit saat ditemui di kantornya juga mengatakan hal senada. Ditegaskannya dirinya berkerja di Kantor Pangulu Nagori Batu Selangit selama kurang lebih 10 tahun, belum pernah mendengar ataupun mengetahui jika pihak PT BSRE memberikan batuan pendidikan bagi warga di Nagori Batu Silangit.

Terpisah, Joni selaku HRD PT Bridgestone Sumatera Rubber Estate saat dikonfirmasi membantah hal tersebut. Dalam keterangannya dijelaskan bahwa pihaknya selama ini sudah memberikan bantuan alat berat kepada pemerintah nagori. Di samping itu juga disampaikannya bahwa tidak benar kalau minyak alat berat pihak pemerintah nagori yang mengisi akan tetapi pihaknya yang mengisikan.

“Bantuan alat berat yang kami berikan itu adalah merupakan bagian dari CSR yang kami berikan kepada masyarkat. Dan terkait masalah CSR pendidikan perusahaan dulunya pernah memberikan bantuan tersebut, akan tetapi saat ini perusahaan dalam keadaan sulit jadi dihentikan untuk sementara waktu. Kalau wacana sudah ada,” pungkasnya. (adi)