News

Warga Pardomuan Nauli Sebut Aliwongso Sinaga Pejuang Pertanian

“Setelah mendengar aspirasi masyarakat petani tentang sulitnya air ke persawahan, saya langsung datang ke sumber air, yakni bendungan,” katanya.

“Kalau ada bendungan, air ke persawahan kok kering? Ada apa ini? Saya meninjau ini bersama Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Harusnya air masuk ke persawahan, tapi faktanya air primer diambil masuk ke kolam. Kemudian, air dari kolam langsung dibuang ke sungai, sehingga air disaluran induk kecil dan tak mampu lagi mengaliri persawahan,” jelasnya.

Selanjutnya tahun 2011 mulai dilakukan pembangunan saluran gendong yang sumber anggarannya dari pemerintah pusat. Setelah adanya saluran gendong tersebut, air ke persawahan masyarakat lancar, tanpa mengurangi kebutuhan air ke kolam masyarakat.

Pangulu Pardomuan Nauli Requel Situmorang mengungkapkan, bahwa atas perjuangan Aliwongso Sinaga saluran gendong dibangun. Sehingga petani persawahan dan kolam masyarakat bisa sama-sama mendapat kebutuhan air cukup.

“Belasan tahun masyarakat petani Pardomuan Nauli terisolir dari air. Hanya Aliwongso Sinaga yang bisa memperjuangkan pembangunan saluran gendong, sehingga lahan persawahan bisa dialiri air hingga saat ini,” bebernya.

Sebagai ucapan syukur kepada Aliwongso Sinaga, masyarakat menggelar syukuran dan memberikan gotong kepada Aliwongso Sinaga. Masyarakat menghendaki Aliwongso Sinaga kembali duduk di DPR RI yang telah berjasa membantu masyarakat petani.

“Masyarakat menginginkan Aliwongso Sinaga duduk kembali di DPR RI. Sudah banyak jasa Aliwongso Sinaga untuk petani,” pungkasnya. (rel)

Laman sebelumnya 1 2