News

Warga Parapat Tolak Pembangunan Parit Asal Jadi

PARAPAT, FaseBerita.ID-Warga Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon menolak pembangunan parit yang terkesan asal jadi.

Penolakan itu ditunjukkan dengan menulis ‘Kami Warga Menolak Pembangunan Parit Ini Asal Jadi’ di lokasi parit yang longsor di gerbang masuk menuju kawasan Danau Toba, Kota Parapat.

Ini karena masyarakat menilai pelaksanaan proyek drainase di lingkungan 7 Kelurahan Parapat Kecamatan Girsang Sipangan Bolon asal jadi

“Pemasangan kurve untuk drainase ini asal jadi aja, kami warga di sini kecewa dengan proyek asal jadi yang mengakibatkan longsor dan membuat jalan Lintas Sumatera terancam putus,”ujar Jannes Sitanggang, Selasa (23/6).

Dijelaskan Jannes, pemerintah jangan menutup mata dengan proyek drainase ini. Apalagi  sudah sebulan tembok drainase ini hancur dan yang mengerjakan informasinya putra daerah.

“Kita tidak menolak pembangunan di kota Parapat ini,”kata Jannes Sitanggang.

Camat Girsang Sipanganbolon Eva Suryati Ulyarta melalui sambungan seluler mengatakan, akan mengkoordinasikan pengerjaan rekanan ke Balai PUPR di Medan.

“Proyek drainase sepanjang jalan Lintas Sumatera ini, dikerjakan oleh Kementerian PUPR,”kata Eva.

Sementara pada plang proyek tercatat, Kementerian PUPR Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sumatera Utara, jenis kegiatan rehabilitasi Jalan Parapat batas Kabupaten Tobasa, nomor kontrak 04/KTR-SBSN/Bb2-Wil2s2.4/2019, tanggal kontrak 29 November 2019, nilai kontrak Rp14.952.073.000 bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2019.(aos/fi)