News

Warga Nagori Palia Naopat Gotongroyong Perbaiki Jalan Longsor

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Akibat hujan deras terus menerus melanda wilayah Simalungun, ruas jalan di Nagori Palia Naopat mengalami longsor. Agar tidak menggangu arus lalu lintas, masyarakat di sana melakukan gotong royong.

Dari amatan media di lokasi, Selasa (21/5) pagi, sedikitnya ada 50 warga Nagori Palia Naopat melaksanakan gotong royong dengan cara menimbun badan jalan yang terkena longsor. Selain mengganggu akivitas masyarakat, mobil pengangkut material untuk pembangunan dana desa menjadi terhambat.

Parlindungan Butarbutar sebagai Pangulu Nagori Palia Naopat mengatakan, terjadinya longsor itu pada Kamis malam saat hujan deras.

“Esoknya kita langsung melaporkan ke instansi bersangkutan. Tapi sampai hari ini belum ada turun mencek lokasi,” ujar Parlindungan.

“Lokasi jalan yang terkena longsor ini masih masuk wilayah Nagori Tiga Dolok. Tapi Kami turut serta gotong royong karena inilah akses satu-satunya jalan ke Palia Naopat,” katanya lagi.

Parlindungan menambahkan, pada Sabtu kemarin, pemerintah nagori sudah melakukan kesepakatan bersama warga untuk melakukan gotong royong dan disampaikan juga kepada Pangulu Tiga Dolok untuk turut serta mengajak warganya ikut gotongroyong.

“Tapi hanya warga kami yang datang. Mudah-mudahan di lain waktu mereka bisa membantu,” katanya.

Pangulu bersama warga berharap kepada Dinas terkait di Pemkab Simalungun agar secepatnya melakukan penanganan di jalan longsor tersebut agar aktivitas warga serta anak-anak sekolah tidak terganggu.

“Karena kondisi ini, anak sekolah jadi jalan kaki pulang pergi,” katanya.

Sementara itu, salah seorang warga marga Situmorang mengaku ikut gotong royong lantaran jalan tersebut adalah akses satu-satunya ke kampungnya.

Ia juga menyesalkan pemerintah Nagori Tiga Dolok tidak turun ke lokasi, padahal lokasi longsornya di wilayah Nagori Tiga Dolok.

Masyarakat yang melaksanakan gotong royong tersebut menggunakan peralatan seadanya saja. Mereka menimbun badan jalan longsor dengan menggunakan tanah. Supaya bisa dilalui mobil. Namun, perbaikan itu pun dikhawatirkan tidak berlangsung lama. Sebab bila hujan turun, tanah yang ditimbun tersebut akan kembali tergerus oleh air hujan. (mag04/pra)

USI