News

Warga Mengeluh, Bulan Ramadan Listrik Padam

FaseBerita.ID – Sejumlah warga di Kota Padangsidimpuan mengeluh. Sebab, masuk hari keempat Puasa Ramadan terjadi pemadaman listrik di sebagian daerah, Kamis (9/5) kemarin.

Mirisnya, pemadaman terjadi saat banyak warga yang akan melakukan sahur. Tak hanya saat sahur, pemadaman juga kembali terjadi saat warga sedang melakukan ibadah sholat tarawih.

“Hari keempat puasa, listrik tiba-tiba mati mulai pukul 02.00 WIB sampai waktu subuh. Terpaksa kita menjalankan sahur dengan alat penerangan seadanya,” ungkap Andi Siregar yang mengeluh terjadinya pemadaman listrik saat bulan ramadan.

Tak hanya Andi, warga Kota Padangsidimpuan lainnya juga mengeluh saat terjadi pemadaman ketika banyak warga sedang melakukan ibadah sholat tarawih di masjid.

“Pagi subuh saat sahur sudah mati, ini saat banyak warga sedang sholat tarawih listrik kembali mati,” ujar Sahril Nasution dan kecewa dengan pelayanan PLN apalagi saat bulan Ramadan seperti ini.

Sementara itu, pihak PLN lewat Manajer Komunikasi Unit Wilayah Induk Sumut Rudi Artono mengatakan, penyebab pemadaman dikarenakan adanya kerusakan yang terjadi pada beberapa pembangkit listrik sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara.

Setelah diselidiki, kerusakan terjadi pada Current Transformer (CT), peralatan yang mengubah besaran arus dari besar ke kecil ataupun sebaliknya sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan, dengan arus 150kV.

Beberapa Pembangkit seperti PLTU Nagan Raya 1 dan 2, PLTU Pangkalan Susu 2, PLTGU Belawan, ST 2.0, PLTG Marine Vessel Power Plant dan Belawan, serta PLTD AKE mengalami trip atau padam terpaksa dan harus dilakukan recovery dengan waktu yang cukup lama.

“Untuk yang di waktu sahur hingga subuh kemarin, PLN sudah berupaya cepat untuk memulihkannya,” terangnya.

Dan pada malam hari, saat warga banyak melakukan ibadah sholat tarawih, listrik kembali padam. Hal itu, aku Rudi, dikarenakan terjadinya penurunan tekanan suplay bahan bakar gas untuk MVPP di Belawan dan Arun. Hal ini menyebabkan tidak terpenuhi nya kebutuhan pembangkit sehingga berpengaruh pada pelayanan penyaluran tenaga listrik.

“Estimasi pemulihan jaringan hingga 2-3 jam hingga mencapai tekanan normal. Kami dan segenap jajaran manajemen PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan nya, PLN akan terus berupaya memulihkan kondisi kelistrikan untuk kenyamanan pelanggan,” jelasnya.

Saat ini pasokan listrik mengalami kekurangan daya sebesar 11 persen dari Beban Puncak yang mencapai 2.200 MW. “MVPP (Marine Vessel Power Plant) yg terletak di Belawan trip disebabkan tekanan Bahan Bakar Gas yang sangat rendah. Penyebab Tekanan Gas sangat rendah berasal dari suplai gas nya.” Pungkasnya dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang terganggu aktivitasnya, terutama Umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan. (yza)