News

Warga Blokir Jalinsum Hingga Dini Hari

Kisruh Penolakan Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID- Setelah melakukan aksi bakar dan berusaha membongkar makam pasien Covid-19, ratusan warga kembali melakukan aksi blokade jalan nasional di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Senin (24/5/2021) dini hari.

Aksi tersebut, buntut dari kekecewaan warga yang menolak adanya pemakaman pasien Covid-19 di pemakaman umum dan belum juga dipindahkan.

Pantauan wartawan, Minggu (23/5/2021) sekitar pukul 23.30 wib, ratusan warga berkumpul di tengah dan badan jalan di Kelurahan Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan. Mereka menutup dan memblokade jalan menggunakan meja dan kayu.
Tidak hanya itu, warga juga melakukan aksi bakar ban di tengah badan jalan. Otomatis, jalan nasional yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat itu lumpuh total.

“Kami hanya meminta agar jenajah pasien Covid-19 yang dimakamkan di dekat rumah kami dipindahkan segera. Itu saja, jika tidak juga dipindahkan kami terus akan melakukan aksi protes,” teriak sejumlah ibu-ibu di Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan, Minggu tengah malam.

Warga merasa kecewa, hasil mediasi yang sebelumnya dilakukan tidak memberikan solusi yang jelas.

“Kemarin sudah ada mediasi, tapi solusinya tidak jelas. Dan kami tetap meminta agar makam dipindahkan,” kata warga sambil terus bertahan di pinggir dan tengah badan jalan.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Polisi Resor Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini pun turun ke lokasi bersama personelnya. Dia mendapat bantuan pengamanan dari personel Kodim 0212l/Tapanuli Selatan, Batalyon Infanteri 123/Rajawali dan Batalyon C Brimob Polda Sumatera Utara.

“Kami mengimbau kepada adik-adik, ibu-ibu untuk pulang ke rumah. Jangan mau diprovokasi, silahkan kembali pulang ke rumah,” ucap Kapolres Juliani kepada warga.

Selama hampir tiga jam jalan diblokade, warga pun akhirnya membubarkan diri. Untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif, AKBP Juliani sampai turun hingga ke rumah-rumah.

“Masuk semua. Yang anak-anak, ibu-ibu, masuk semua. Jangan sampai kami susul. Masuk semua…,” teriak Juliani sampai masuk ke gang-gang rumah warga.

Sekitar pukul 03.00 wib, sejumlah aparat keamanan tampak masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan kondisi benar-benar aman dan kondusif. Dan, akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 04.00 WIB.

Sebelumnya, pasca adanya aksi warga yang membakar dan berusaha membongkar salah satu makam pasien Covid-19 di Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padang Sidempuan Selatan, Kota Padang Sidempuan, Sabtu (22/5/2021) malam, warga tetap menuntut agar jenajah tetap dipindahkan.

“Yang kami sayangkan, tidak ada pemberitahuan dan koordinasi terkait adanya pemakaman ini sebelumnya. Apalagi yang dimakamkan merupakan jenajah pasien Covid-19,” kata Boby Sikumbang, salah seorang warga saat ditemui di kediamannya yang berdekatan dengan lokasi pemakaman, Minggu (23/5/2021).

Boby mengatakan, mewakili aspirasi warga, mereka tetap sepakat dan meminta kepada Satgas Covid-19 Kota Padangsidimpuan agar jenazah dibongkar kembali dan dipindahkan ke tempat yang sudah ada.

Meski sudah dilakukan mediasi antara Tim Satgas dengan perwakilan warga yang menolak, Boby menyebut tidak bisa menyampaikannya hasil pertemuan itu secara langsung kepada masyarakat.

“Kalau hasil mediasi, Tim Satgas Pemko Padangsidimpuan tetap meminta agar makam tidak dibongkar lagi. Namun saya tidak berani menyampaikannya secara langsung. Dan mereka nanti yang turun ke masyarakat,” kata Boby.

Diberitakan, sejumlah masyarakat menolak adanya satu warga terkonfirmasi Covid-19 meninggal dan dimakamkan di area perkuburan umum di Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (22/5/2021) malam.

Penolakan tersebut berujung dengan aksi pembakaran diatas makam dan upaya pembongkaran paksa dengan menggali makam.

Sebelum aksi pembakaran dan pembongkaran dilakukan, sejumlah warga memprotes kebijakan Tim Satgas Covid-19 Kota Padangsidimpuan, yang melakukan pemakaman satu warga meninggal akibat Covid-19 di area pemakaman umum Katolik, di Lingkungan I, Kelurahan Aek Tampang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan.

Masyarakat menuntut agar makam dibongkar dan dipindahkan. (yza/fabe)