News

Warga Asal Siantar Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Tim Kuasa Hukum datangi DPR RI

FaseBerita.ID – Tim advokasi Jonatan Sihotang pekerja imigran asal Kota Pematangsiantar  yang divonis hukuman mati di Malaysia mendatangi DPR RI untuk meminta perlindungan hukum.

Perkumpulan marga Sihotang se Indonesia terus berusaha agar Jonatan yang saat ini ditahan dan diancam hukuman mati dapat diringankan hukumannya.

Perkumpulan marga Sihotang ini kemudian menyerahkan surat permintaan perlindungan hukum dan permohonan audiensi kepada ketua Komisi 1 dan Komisi 3 DPR RI agar memberikan perhatian terhadap kasus yang menimpa Jonatan.

Patar Sihotang SH MH dan Drs Odjak Sihotang sebagai tim Advokasi menjelaskan bahwa permohonan perlindungan hukum sudah disampaikan kepada Presiden RI, Ketua DPR RI, Komisi III dan I DPR RI, Menkopolhukam dan lembaga lainnya termasuk kepada Walikota Pematangsiantar.

“Kita juga sudah mengajukan permohonan audiensi agar Tim Advokasi dapat diterima langsung untuk bisa menjelaskan kronologis kejadiannya,” ujar tim kuasa hukum Jonatan di depan Gedung Nusantara 2.

Disebutkan bahwa marga Sihotang dalam melaksanakan upaya-upaya advokasi ini bukan lah membela pembunuhannya, namun Marga Sihotang dalam hal ini hanya meminta perlindungan hukum dengan maksud dan tujuan agar ancaman hukuman yang dijatuhkan di Pengadilan Negeri Penang Malaysia dapat di ringankan di pengadilan terakhir seperti mahkamah agung di Indonesia.

Hakim yang menyidangkan nanti dapat mempertimbangkan bahwa pembunuhan terjadi  bukan ada unsur berencana, namun terjadi seketika karena gaji tidak di bayar selama 9 bulan.

Cara pemberian gajinya di lempar ke wajah Jonatan sehingga naik pitam dan terjadilah pembunuhan.

“Jadi sekali lagi Marga Sihotang bukan membela unsur pembunuhannya, namun melihat dari segi kemanusiaannya, karena ini Hukuman Mati atau hukum Gantung,”  ujar Patar sambil berjalan dengan Odjak menuju Gedung Nusantara 1 dan Gedung Kesekretaiat umum penyerahan surat surat permohonan.

Odjak menjelaskan kejadian tentang pembunuhan majikan yaitu bahwa  Jonatan Sihotang asal Pematang Siantar terancam hukuman mati di Malaysia, karena dituduh membunuh majikannya pada 19 Desember 2018. Ia sudah menjalani sidang perdana di Mahkamah Majistret pada 31 Desember 2018. Agenda sidang, jaksa penuntut membacakan dakwaan di hadapan hakim dan persidangan dilanjutkan pada 1 Februari 2019. Selain membunuh majikan perempuannya, Jonatan juga didakwa menciderai dua anak laki-laki di Tasek Gelugor, Malaysia.

“Dugaan pembunuhan tersebut terjadi pada 19 Desember 2018. Dalam persidangan, Jonathan dituntut hukuman mati. Jonathan saat ini ditahan di Penjara Pulau Pinang, Georgetown Malaysia  demikian ucap,” Odjak.

Adapun latar belakang terjadinya pembunuhan yang mengakibatkan tewasnya majikan Jonathan bernama Sia Seok Nee (44), warga Kilang Toto Food Trading No. 4897, Kampung Selamat, Tasek Gelugor, Malaysia, awalnya, sesuai pengakuan Jonathan, dia menuntut sisa gaji kepada majikannya.  Dan  majikannya malah menolak. Pada hal majikan sudah (berjanji) memberikan Rm15.000. Namun hanya memberi Rm 3000 saja.

Majikannya mengatakan, jika masuk Malaysia lagi nanti baru akan diberi keseluruhannya. Majikan menghitungnya tidak sesuai dengan kesepakatan dan justru mengurangi jumlahnya sehingga timbul emosi dan berlanjut kepada pembunuhan. (pra/fi)