News

Warga Angin Nauli Pertanyakan Bantuan yang Tak Merata

FaseBerita.ID – Puluhan warga Kelurahan Angin Nauli, Kecamatan Sibolga Utara, Selasa (23/6) pukul 10.35 WIB mendatangi kantor kelurahan. Mereka mempertanyakan terkait tidak meratanya bantuan yang disalurkan kepada masyarakat.

Awalnya puluhan warga ini datang dari Jalan IL Nommensen. Setelah tiba di ke kantor Kelurahan Angin Nauli, awalnya mereka tidak mendapat respon karena Lurah Angin Nauli UT Manalu sedang mengikuti rapat di kantor Walikota Sibolga. Namun beberapa saat setelah kehadiran petugas kepolisian dan Bhabinkamtibmas tiba, lurah akhirnya datang dan menerima perwakilan warga serta berdialog.

“Kami ingin mempertanyakan bantuan pemerintah kepada warga Angin Nauli yang tidak merata. Ada yang semestinya dapat bantuan, ternyata tidak dapat. Yang semestinya tidak dapat justru dia mendapat. Bahkan ada aparat pemerintah justru mendapat bantuan. Kita minta pihak kelurahan, termasuk kepling, transparan dan terbuka tentang informasi bantuan ini kepada masyarakat,” jelas warga bernama L Tobing didampingi P Sihotang, serta masyarakat Angin Nauli lainnya.

Mereka juga mempertanyakan kurang meratanya bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumut serta dana kelurahan yang besarnya Rp300 juta. Sementara mereka dapat info Kelurahan Huta Tonga-tonga sudah menyalurkan dana kelurahan. “Di kemanakan dana ini?” tanyanya.

Sementara itu warga lain, Margareta Situmeang dari Lingkungan IV Angin Nauli mengaku tidak pernah mendapat bantuan apa-apa dari pemerintah. “Kita pernah dapat bansos dari BNI tahap I sebesar Rp600 ribu pada tanggal 5 Mei 2020 lalu, satu kali saja. Namun sampai sekarang justru tidak ada lagi, bahkan sampai sekarang tidak ada mendapat bantuan sosial lainnya,” jelas Margareta.

Bahkan warga lainnya Posma Pasaribu (Uma Pahala) menyesalkan oknum kepling yang minta uang Rp100 ribu agar warga mendapat bantuan dari pemerintah kota dan itupun disanggupi warga. “Namun bantuannya satu kali saja ya,” kata oknum lurah saat itu, ditiru kan Uma Pahala.

Dede Silitonga juga menyampaikan bahwa awalnya nama bapaknya L P Silitonga ada sebagai penerima BST tahap pertama, dan itu diambil. Namun masuk ke tahap II justru diblokir. “Kami tanya kantor pos, disuruh ke Dinas Sosial dan dari Dinas Sosial dibola lagi ke kantor kelurahan. Dari kantor kelurahan alasannya kata lurah saat itu bahwa yang bersangkutan mampu,” jelas Dede.

Sementara setelah kurang lebih 45 menit berdialog dengan lurah, perwakilan warga keluar dari ruangan untuk selanjutnya berbicara dengan warga lainnya dan kembali ke tempat mereka masing masing.

Lurah Angin Nauli U Tampil Manalu usai pertemuan menyampaikan kepada New Tapanuli bahwa bantuan yang disalurkan saat ini adalah bantuan yang berasal dari Pemerintah Provsu. Jumlahnya hanya 300 paket.

“Memang dalam ketentuan pemberian bantuan dari Pemprovsu ini, sesuai kesepakatan rapat bahwa pensiunan, janda dan duda bisa diberikan bantun. Dan apabila tidak tercover pada tahap ini, untuk tahap selanjutnya akan diupayakan untuk mendapat bntuan,” jelas lurah.

Lanjut dia, untuk dana kelurahan sesuai tadi masukan dari perwakilan warga, bahwa dana kelurahan akan diberikan kepada warga dalam bentuk sembako tanpa ada pengecualian warga. Nantinya semua mendapat, tinggal memberikan laporan pada LPM, bhabinkamtibmas serta lainnya.

“Saat ini memang masih ada bantuan dari Pemprovsu yang kita salurkan dan ini tetap berkelanjutan dengan bantuan sembako lainnya dari Pemko SIbolga. Dan untuk mengisi kekosongan dalam penyaluran bantuan sembako maka akan diupayakan dana kelurahan dapat tersalur untuk bantuan sembako kepada masyarakat,” jelas dia. (mis)