News

Warga Alprans Jadikan Sungai Aek Baung Kearifan Lokal Lubuk Larangan

TAPTENG, FaseBerita.ID – Sungai Aek Baung yang membelah pemukiman warga Kelurahan Albion Prancis (Alprans), Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), menawarkan keindahan yang luar biasa. Jernihnya air yang meruak di sela-sela bebatuan, menambah daftar serpihan surga di bumi pertiwi.

Sungai dan budaya serta adat istiadat masyarakat yang menghuni tepiannya adalah peninggalan nenek moyang yang sangat mengagumkan.

Ketergantungan masyarakat Kelurahan Alprans akan sungai Aek Baung membuat warga senantiasa harus menjaga dan melestarikan serta menjaga ekosistem sungai ini, salah satunya dengan membuat kearifan lokal lubuk larangan. Warga Kelurahan Alprans sepakat jika kawasan sepanjang 1.000 meter sungai Aek Baung dijadikan sebagai kawasan terlarang untuk mengambil ikan, baik dengan cara apapun apalagi dengan cara yang dapat merusak lingkungan sungai.

Kesepakatan ini ditandai dengan penaburan benih ikan mas, nila, dan jurung oleh Lurah Kelurahan Alprans Anotona Mandrofa, Minggu (8/9/2019).

Dengan didampingi tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda, penaburan benih ikan dilakukan oleh Anotona Mandrofa. Sungai yang memiliki kedalaman 2 meter hingga 3 meter ini sangat berpotensi sebagai tempat hidup dan berkembangbiaknya ikan-ikan air tawar.

“Di samping menjaga ekosistem air sungai, lubuk larangan ‘Maju Bersama’ akan kita jadikan sebagai kearifan lokal dalam meningkatkan PADes Kelurahan Alprans,” ujar Anotona.

Anotona menegaskan, Pemerintah Kelurahan Alprans akan terus mendukung setiap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh masyarakat. Pola privatisasi tradisional lubuk larangan akan menjadi kearifan lokal dan budaya yang harus dilestarikan.

Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Alprans Darman Sitompul menyebutkan jika kearifan lokal sungai Aek Baung adalah untuk kebersamaan masyarakat Alprans. Nantinya, hasil budidaya ikan lubuk larangan akan dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, diharapkan seluruh warga Kelurahan Alprans agar menjaga dan mengawasinya.

Lebih jauh disampaikan, siapapun yang mengambil ikan di wilayah lubuk larangan yang telah ditentukan, atau melanggar aturan yang ada, akan mendapatkan bencana. Kawasan yang menjadi lubuk larangan ditandai dengan tali yang melintang di atas sungai. Ikan-ikan didalamnya juga unik, mereka bisa mengetahui batas lubuk larangan dan tidak akan keluar dari batas itu.

“Sungai Aek Baung yang mengalir membelah pemukiman penduduk, telah dijadikan dan disepakati sebagai Kawasan Konservasi Perairan (KKP). Kebijakan ini akan mengharmonisasikan ekonomi masyarakat dengan keinginan melestarikan sumber daya air,” tuturnya. (ztm/osi)

iklan usi