News

Walikota Sibolga Setujui UMK 2021 sebesar Rp3.004.000

FaseBerita.ID – Hasil rapat Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) yang menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Kota Sibolga tahun 2021 sebesar Rp3.004.000 telah disetujui oleh Walikota Sibolga HM Syarfi Hutauruk.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga Rina Lamrenta Lumban Tobing dalam keterangan persnya melalui Budianto Siambaton, Kabid Ketenagakerjaan Dinas Koperasi UKM dan ketenagakerjaan, Kamis (10/12).

“Sudah disetujui Pak Walikota dan sudah ditandatangani keputusan rapat Depeda tentang besaran UMK Sibolga tahun 2021 sebesar Rp3.004.000,” ungkap Budi.

Diterangkannya, usai ditetapkan Depeda, pihaknya langsung melanjutkannya ke Walikota Sibolga untuk disetujui. Setelah ditandatangani oleh Walikota, kemudian diteruskan lagi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk disahkan oleh Gubernur.

Baca juga: UMK Sibolga 2021 Ditetapkan Rp3.004.000

“Setelah itu, Kita antar ke Provinsi untuk ditetapkan oleh Gubernur. Sekarang kita tinggal menunggu adari Pemprov Sumut,” pungkasnya.

Budi berharap, kedepannya Depeda dapat lebih bersinergi dengan Pemerintah Daerah.

Begitu juga dengan penerapan besaran UMK tersebut di lapangan, harus lebih objektif dalam mengambil keputusan.

“Harapan kita kedepannya, Depeda bisa bersinergi dengan Pemko Sibolga dalam penerapan UMK. Begitu juga dengan peran Depeda terkait penerapan UMK di lapangan,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Sibolga tahun 2021 ditetapkan sebesar Rp3. 004.000. Angka tersebut sama dengan UMK tahun 2020.

Penetapan UMK tersebut sesuai hasil rapat yang digelar Dewan Pengupahan Daerah (Depeda) Sibolga, yang terdiri dari organisasi buruh, perguruan tinggi, Kadin, Gapensi, HNSI, Dekopin dan instansi terkait di Aula pertemuan Rumah Makan Thamrin Sibolga, Jumat (13/11) yang lalu.

Hal tersebut disampaikan Budianto Siambaton, Kabid Ketenagakerjaan Dinas Koperasi, UKM dan Ketenagakerjaan Kota Sibolga dalam keterangan persnya, Selasa (8/12).

“Hasil rapat tanggal 13 November 2020 itu, menetapkan UMK Sibolga tahun 2021 sebesar Rp3.004.000. Sama dengan tahun lalu,” kata Budi yang ditemui diruang kerjanya.

Penetapan besaran UMK tersebut kata Budi, disesuaikan dengan kondisi ekonomi daerah di masa Pandemi COVID-19 saat ini.

“Karena Pandemi Covid dan situasi ekonomi yang belum membaik.

Saran dari Kementrian Tenaga Kerja pusat, disesuaikan dengan kondisi daerah terutama yang terdampak Covid. Dan diputuskanlah, besarannya tetap sama dengan tahun 2020,” ungkapnya.

Diakuinya, dalam rapat tersebut beberapa peserta sempat mengusulkan untuk kenaikan UMK.

“Ada beberapa peserta yang ingin memperjuangkan kesejahteraan buruh dengan kenaikan upah. Namun, setelah dilakukan pembahasan terkait kondisi ekonomi daerah, akhirnya disetujui lah besaran tersebut,” terang Budi.

Menurutnya, hampir di seluruh daerah di Sumatera Utara, besaran UMK tidak naik, disamakan dengan UKM sebelumnya.

“Dan hampir seluruh Sumut, UMK sama dengan tahun lalu,” pungkasnya.

Keputusan rapat bersama Depeda tersebut telah disampaikan ke Walikota Sibolga untuk disetujui dan diajukan ke Gubernur.

“Sekitar 2 minggu yang lalu, sudah kita sampaikan kepada Bapak Walikota, mengenai besaran UMK yang telah disepakati sesuai hasil rapat dewan pengupahan,” tandasnya. (ts/fabe)