News

Wabup Buka Rakor Monitoring Pelaksanaan SP 2020 di Lingkungan Pemkab Tapteng

Membangun Tanpa Data Tindakan Sia-sia

FaseBerita.ID – Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Tengah (Tapteng) Darwin Sitompul menyebut bahwa validnya data kependudukan sangatlah penting. Pasalnya ia berkeyakinan, melakukan pembangunan tanpa data adalah tindakan yang sia-sia.

Hal itu disampaikan Wabup Tapteng Darwin Sitompul saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Sensus Penduduk (SP) Tahun 2020 Online dan persiapan Pelaksanaan SP 2020 Wawancara di Kabupaten Tapteng, Rabu (11/3) lalu di Ballroom Hotel PIA Pandan.

“Data merupakan kunci utama kesuksesan pembangunan karena membangun tanpa data adalah hal yang sia-sia. Data akurat sangat penting untuk menyusun perencanaan yang benar, melakukan evaluasi dan membuat keputusan yang tepat, serta mengeksekusi program yang tepat sasaran,” kata Darwin saat mewakili Bupati Tapteng.

“Kegiatam SP 2020 ini sangat penting dan tim agar bekerja sungguh-sungguh. Oleh karena itu, pelaksanaan SP 2020 ini sangat membutuhkan keterlibatan kita semua, terutama Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Tengah,” tambah Darwin.

Pada kesempatan itu, Darwin juga mengingatkan bahwa Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani telah menerbitkan surat edaran untuk mendukung susksesnya Sensus Penduduk 2020 ini.

“Bupati Tapanuli Tengah Bapak Bakhtiar Ahmad Sibarani telah menerbitkan Surat Edaran Bupati Nomor 470/497 Tanggal 5 Februari 2020 tentang Dukungan Kegiatan Sensus Penduduk 2020 dan Bapak Bupati juga telah menyampaikan imbauan kepada kita semua, masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mensukseskan Sensus Penduduk Tahun 2020 ini,” ucap Darwin.

Untuk itu, kepada Pimpinan OPD diminta mengoptimalkan jajarannya untuk mengisi Sensus Kependudukan 2020 Online.

“Saya mengintruksikan kepada Pimpinan OPD untuk mengoptimalkan ASN dan THL yang ada di instansi masing-masing untuk mengisi Sensus Penduduk 2020 Online. Kepada Pimpinan OPD yang mempunyai jajaran /staf hingga level kecamatan/desa/kelurahan, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, dan lain-lain untuk berpartisipasi pada pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 Online ini, termasuk camat, lurah dan kepala desa beserta jajarannya,” katanya.

Sementara, Kepala BPS Tapteng Anggiat Tulus Sibagariang selaku narasumber melakukan pemaparan menjelaskan koordinasi Monitoring dan Evaluasi pelaksanaan SP 2020 Online dan persiapan pelaksanaan SP 2020 wawancara dengan moderator Kepala Bappeda Tapteng Basyri Nasution pada kesenpatan itu.

“SP 2020 ini adalah sensus penduduk ke-7 yang dilaksanakan di Indonesia. Tujuan sensus penduduk untuk menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia. Selain itu, sensus penduduk juga untuk menyediakan parameter demografi, proyeksi penduduk (fertilitas, mortalitas, dan migrasi), serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk dan indikator SDGs,” kata Anggiat.

Sebelumnya, Ketua Panita Pelaksana Arida yang merupakan Kassubag Tata Usaha BPS Tapteng melaporkan bahwa melalui rakor ini agar seluruh Tim Pelaksana SP 2020 yang terdiri dari OPD/Instansi terkait dan Pegawai Organik BPS Tapteng dapat memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai kegiatan SP 2020 Online maupun SP 2020 Wawancara dan diharapkan mampu menerima dan mengimplementasikan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya (tupoksinya) masing-masing, baik sebagai motivator, mendukung sepenuhnya, dan mengimbau seluruh lapisan masyarakat mensukseskan khususnya partisipasi SP 2020 Online, termasuk persiapan SP 2020 Wawancara.

“Rapat Koordinasi Tim Pelaksana Kegiatan SP2020 seluruhnya sebanyak 61 orang yang terdiri dari pegawai organik BPS Tapteng 19 orang dan OPD/Instansi terkait 42 orang,” sebut Arida. (dh/sr)