News

Viral di Medsos, Sambil Menangis Kades Ratapi Desanya yang Hancur

Mau Kemana Lagi Mengadu Tolong Sampaikan ke Presiden

FaseBerita.ID – Arinton Sihotang, Kepala Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan membagikan keluhan penderitaan warga desanya yang sudah dua pekan lebih terendam banjir karena lambannya penanganan pembentengan sungai yang pecah.

Melalui akun social medianya, Arinton Sihotang berkeluh kesah terkait penderitaan warganya. Rumah, ladang dan fasilitas publik maupun lainnya tidak dapat digunakan karena semakin hari debit air banjir meninggi.

Dalam video yang diunggahnya di akun social media Facebook berdurasi 4 menit 56 detik itu, Arinton sempat menangis (detik ke 1:53) dan mengusap matanya yang memerah bahkan dia hingga meneteskan air mata. “Sudah hancur semua!” kata dia.

Postingan tersebut di unggah akun Arinton Sihotang usai pencoblosan Pemilu serentak 9 Desember 2020. Hinga Kamis (10/12) siang, postingannya tersebut sudah 289 kali dibagikan.

“Selamat siang saudara-saudara ku. Siang ini jam 1.30 kami sedang melihat tanggul yang pecah dan sudah pernah kami tinjau bersama camat, Kapolsek Sei Kepayang pada tanggal 29 Nopember lalu. Sampai saat ini begililah kondisinya. Akibat kondisi ini, semua warga masyarakat saya desa Perbangunan sudah hancur, sudah tergenang, semua ladang padi, sawah, sudah tergenang,” kata Arinton.

Dalam durasi video berikutnya, ia kemudian memohon dan menadahkan kedua tangan agar pemerintah turun melihat langsung situasi di desanya itu. “Saya minta ke pemerintah di sini tolong kami. Masyarakat saya sudah hancur sekarang, jadi siapa yang peduli. Sudah hancur,” kata Arinton sembarli mengeluarkan sebilah sapu tangan dari sakunya seraya mengusap matanya yang memerah.

Ia kemudian menceritakan dalam setahun ini tanggul/ benteng tersebut sudah dua kali pecah. Pada masa itu ia juga pernah sampaikan ke Pemerintah kabupaten hingga provinsi mengadukan permasalahan itu, namun belum ada upaya yang bisa diambil hingga kini.

“Saya mau kemana lagi mengadu. Kerugian masyarakat sudah tak terkira. Jadi tolong saya. Kalau perlu sampaikan ini kepada Presiden, pak Joko Widodo,” kata Arinton.

Sebelumnya, sejak tanggal 26 Nopember 2020 lalu warga desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Kabupaten Asahan menderita dan tidak dapat  beraktifitas karena banjir yang merendam tidak hanya pemukiman, namun ladang mereka. Hal tersebut diperparah ketika bocornya benteng sungai di desa tersebut yang  berada di kawasan perkebunan swasta hingga aliran airnya merendam rumah rumah warga.

Di Desa Perbangunan Kecamatan Sei Kepayang Sendiri, sebanyak 3.647 jiwa warga atau 918 kepala keluarga pada pada 14 dusun terjebak banjir dan tidak dapat beraktifitas. Ekonomi, aktifitas masyarakat, kegiatan perkebunan hingga pelayanan pemerintahan di desa itu lumpuh. (per/fabe)