News

Usai Menjambret Tabrak Parbetor: Tersangka dan Parbetor Luka-luka

TAPTENG, FaseBerita.ID – Penjambret handphone (HP) beraksi di Jalan Matseh Gelar Kesayangan (Kartini), Kelurahan Pandan Wangi, Kecamatan Pandan, Tapteng. Namun apes baginya, usai melakukan aksi di siang bolong pada Selasa (23/7/2019) pukul 12.41 WIB, penjambret ini menabrak pengendara becak bermotor (parbetor).

Informasi dihimpun di lokasi kejadian, awal peristiwa itu terjadi saat dua pria yang belum diketahui identitasnya itu berboncengan dengan mengendarai sepedamotor matic berwarna hitam.

Tak lama melintas di Jalan Matseh Kesayangan, salah seorang dari mereka terlihat merampas HP merk Oppo dari salah satu warung milik Yanti (39). Saat itu posisi HP sedang dipegang oleh anak si pemilik warung. Usai melakukan aksinya, duo jambret tersebut langsung melarikan diri.

Namun apes bagi mereka, bari kabur sejauh 1 kilometer dari lokasi, sepedamotor yang mereka tunggangi menabrak becak bermotor yang juga sedang melaju di depan SMP Negeri 2 Pandan.

Akibat peristiwa itu, parbetor yang diketahui bernama Hendra (40) warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan itu pun mengalami luka serius di bagian telinga. Hendra pun langsung dibawa warga yang ke RSUD Pandan. Sama halnya dengan salah seorang terduga jambret itu yang mendapat luka-luka akibat kejadian. Ia pun dilarikan ke rumah sakit yang sama. Sementara seorang lainnya melarikan diri.

“Awalnya dari sana mereka (penjambret, red) kencang-kencang, langsung menabrak abang itu (parbetor,red). Tapi sudah dibawa ke rumah sakit. Yang menabrak itu satu luka dan ditinggal temannya. Sambil memegang-mengang luka di wajah, ada kreta yang lewat, lalu naik dia ke situ, pergilah mereka,” ujar salah seorang warga di depan SMP Negeri 2 Pandan.

Sementara, Yanti yang menjadi korban penjambretan saat ditemui di warung miliknya mengaku sangat kaget atas peristiwa penjambretan HP yang sedang dipegang anaknya berumur 4,5 tahun itu.

“Aku sedang menggeser beras, anakku mainkan HP di sini (di bagian depan warung,red). Lalu turunlah mereka satu orang. Sementara yang satu lagi tetap di kreta, kupikir mau beli, kutanyalah mau beli apa dek, langsunglah dirampas HP dari tangan anakku ini, langsung larilah mereka kencang,” ucap Yanti.

Dan berselang beberapa waktu, Yanti mengetahui bahwa jambret yang membawa kabur HP miliknya itu menabrak seorang parbetor dan seorang terduga jambret itu turut dirawat di RSUD Pandan bersama parbetor yang ditabraknya. Mendengar itu, Yanti pun langsung bergegas menuju rumah sakit untuk melihat pelaku yang merampas HP-nya. “Iya, inilah yang membawa kereta itu tadi, kawannya bertubuh agak kecil yang mengambil HP-ku itu,” ucap Yanti memastikan ciri-ciri duo jambret yang menyatroni warungnya.

Masih di RSUD Pandan, Ikbal (39) warga Kota Sibolga mengaku bahwa ialah yang membawa terduga seorang jambret HP itu ke rumah sakit. “Iya, aku yang bawa, tadi pas lewat, kulihat sudah luka. Dibilangnya; Bang tolong bawa aku ke rumah sakit, kubawalah. Tapi balik lagi aku ke lokasi (TKP), rupanya dibilang orang situ bahwa dia itu jambret, makanya aku datang ke sini (rumah sakit, red), kubilanglah jangan dibiarkan pergi dulu jambretnya,” ucap Ikbal.

Sementara, Joni Anggara (25) warga Desa Sitio-tio Hilir, Kecamatan Pandan yang ditemui di RSUD Pandan mengaku bahwa dirinya adik dari Hendra (Parbetor,red) yang sedang menjalani perawatan. “Adiknya (Hendra,red) aku. Dibilang waktu mau beli rokok dia ditabrak,” kata Joni.

Pantauan di RSUD Pandan, tampak personil polisi telah tiba. Dan terduga jambret dan koban yang ditabrak dirawat di dalam satu ruangan. Namun korban penjambretan HP dan keluarga korban yang ditabrak (Hendra,red) belum diketahui apakah akan membuat laporan resmi ke pihak yang berwajib.

Sementara identitas pria terduga jambret itu, hingga berita ini diturunkan belum diketahui. Saat ditanyai wartawan, pria itu terlihat seperti orang bingung.

Kapolsek Pandan AKP Herry Sugiharto yang dikonfirmasi terkait kejadian menuturkan bahwa personelnya sedang melakukan pengecekan atas peristiwa tersebut. “Personel kita sedang mengecek. Kebetulan saya masih di luar, jadi informasi resminya belum tahu,” kata AKP Herry. (dh)