News

Urai Kerumunan Balimau-limau, Warga Harus Patuhi Prokes 

TAPTENG, FaseBerita.ID– Personil Polsek Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), melaksanakan pengamanan balimau-limau di berbagai sungai yang ada di wilayah Kecamatan Sibabangun dan Kecamatan Lumut. Selain melibatkan 6 personil polisi, pengamanan balimau-limau menyertakan  3 personil TNI dan 1 personil BPBD Tapteng.

Di samping melakukan pengamanan, Kapolsek Sibabangun Iptu Dela Antomi SH, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan himbauan kepada masyarakat yang yang melaksanakan tradisi balimau-limau agar selalu mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Silahkan melaksanakan tradisi balimau-limau, tapi jangan berkerumun, tetap patuhi protokol kesehatan. Kepada orang tau agar tetap menjaga anak-anak agar tidak terbawa arus sungai,” himbau Dela Antomi, saat giat pam di sungai Ramayana, Lingkungan IX Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, Senin (12/4)

Sembari mengingatkan agar sebelum pukul 18.00 WIB, tradisi balimau-limau sudah selesai dilaksanakan, Dela Antomi mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mengganggu ketertiban umum, seperti balapan liar dengan memakai knalpot bolong. Ia juga berharap masyarakat di wilayah hukum Polsek Sibabangun tetap mempertahankan kerukunan antar umat beragama yang selama ini berjalan dengan baik.

“Dengan niat dan sikap baik, empati, penuh kasih sayang, dan sikap saling menghormati, kita pertahankan kerukunan yang selama ini telah berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pantauan awak media, warga yang melaksanakan tradisi balimau-limau di Kecamatan Sibabangun dan Lumut, merupakan warga setempat. Tidak terlihat warga luar yang balimau-limau di dua kecamatan yang memiliki sungai-sungai yang sangat jernih itu. Di beberapa tempat yang menjadi titik konsentrasi warga, polisi dan anggota TNI melakukan penguraian, agar tidak terjadi penggerombolan.

Sebagaimana diketahui, balimau-limau atau mandi dengan air limau di sungai, merupakan tradisi masyarakat Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga. Tradisi ini dilakukan masyarakat tepat sehari sebelum masuknya Ramadhan.

Selain jeruk nipis sebagai bahan utama, ada pula daun pandan, bunga kenanga, dan akar tanaman gambelu. Bahan-bahan alami ini lalu dimasukkan secara bersamaan ke air hangat, sehingga menjadi satu kesatuan yang disebut dengan limau. Air limau ini akan diguyurkan ke sekujur tubuh saat mandi  bersama keluarga ditepian sungai. (ztm/fabe)