News

Tuntut Bantuan, Ibu-ibu Unjuk Rasa Malam Hari di Huta Godang, Tapsel

FaseBerita.ID – Puluhan kaum ibu di Desa Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (15/5) malam kemarin, mendatangi dan berunjukrasa ke Rumah Kepala Desa, menuntut kejelasan pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) yang telah disalurkan.

Kaum ibu yang dikomandai Relly Wati Siregar ini juga diikuti masyarakat lainnya. Mereka berorasi dengan menggunakan toa (alat pengeras suara) dan membawa kertas manila berisi pernyataan sikapnya. Namun ternyata, pada saat itu Kepala Desa Huta Godang tak berada di kediamannya. Mereka pun melanjutkannya di Kantor Kepala Desa.

Relly Siregar berujar, ia dan ibu lainnya keberatan karena tidak mendapatkan BST dan menilai bahwa pembagian BST tersebut tidak sesuai dengan aturan pemerintah.

“Kami tidak menuntut apa-apa dari Pemerintah, hanya ini (bantuan) Covid-19 kami tuntut. Kami meminta kepastian, apakah benar ini? Kenapa dikeluarkan sebagian, 30 orang, kami tidak mendapat. Kenapa Kaur Desa yang duluan mendapat?” tanya Relly.

Kades Adamal Tampubolon yang ditemui para ibu itu di Kantor Desa mengaku bahwa data yang mendapat BST adalah data dari Pusat atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang telah didata pada tahun 2011 lalu. Dan data ini tidak bisa diubah atau digantikan. “Itulah diberi Pak Camat (Batangtoru), jawaban. Kalau di Kantor Pos itu dari pusat datanya,” kata Adamal.

Adamal pun mengaku telah rapat bersama dengan Camat tentang APBD. Namun kaum ibu ini menuntut agar mereka diperhatikan.

“Undangan pun tidak ada kalian sampaikan ke kami, kami datang sendiri. Apa salahnya dihadiri masyarakat? Seharusnya kalian sampaikan yang mana bagian kami? Ini dialihkan ke jompo, dan kami datang ke kantor camat tidak ada disinggung bagian jompo, bagian kami (terdampak) yang disinggung, sampai di sini kalian bilang jompo,” kata ibu lainnya, menyanggah kades ini.

Dan kepala desa ini kemudian menuturkan, bila bantuan yang bersumber dari dana desa ditujukan untuk yang layak seperti sakit bertahun. Belakangan, kepala desa ini meminta data para ibu itu untuk selanjutnya diadakan rapat mediasi pada Senin (18/5) besok.

Aksi itu berjalan lancar dan tertib dengan pengamanan personil polisi dari Polsek Batangtoru. Meskipun tanpa pemberitahuan sebelumnya. (san)