News

Tuntut Bansos, Warga di Madina Blokade Jalan Lintas Sumut-Sumbar

FaseBerita.ID – Kelompok warga memblokade jalan lintas yang menghubungkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina), Selasa (16/6) siang. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh dan membuat kemacetan panjang.

Informasi didapat, aksi tersebut dipicu masalah pembagian bantuan sosial Covid-19 yang bersumber dari dana desa.

“Ya betul. Saya masih di sini. Ceritanya warga menuntut semua harus dibagikan, sementara yang terdata cuma 70,” kata salah seorang perangkat Desa Hutapuli saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Selasa (16/6).

Kata pegawai desa itu, aksi blokade jalan berlangsung sekitar pukul 10.30 WIB hingga pukul 14.20 WIB. ” Ada kelompok warga keberatan karena tuntutan mereka tidak dipenuhi,” kata perangkat desa.

“Camat, Kapolsek, Danramil dan semua unsur sudah di sini. Kita masih mencari solusinya,” sambungnya.

Camat Siabu Ali Himsar Nasution mengatakan, penyaluran BLT di Desa Hutapuli ada penambahan peserta. Dan rapat keputusan penambahan BLT tersebut tanpa diikuti Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Sehingga BPD dikabarkan melakukan perlawanan kepada kepala desa.

“Informasi sementara begitu, kami baru tiba ke lokasi untuk melakukan mediasi. Penyebab sementara kita ketahui karena BPD tidak menerima keputusan terkait penambahan jumlah penerima BLT,” kata Ali Himsar Nasution.

Senada juga dikatakan Kapolsek Siabu AKP Ayub. Ia menyebut saat ini Muspika sedang melakukan mediasi agar masyarakat membuka blokade jalan. “Saya lagi rapat sama warga, sedang dilakukan mediasi, nanti dihubungi lagi ya,” kata Ayub.

Sudah Disalurkan Sesuai Prosedur

Kepala Desa Hutapuli Hanapi Nasution mengatakan penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) terkait Covid-19 di Desa Hutapuli Kecamatan Siabu Mandailing Natal (Madina) telah dilakukan sesuai prosedur.

Hal itu dikatakan Hanapi terkait aksi demontrasi dan blokade jalan yang dilakukan warga pada Selasa (16/6) pagi.
Hanapi menjelaskan, penyaluran BLT tahap kedua yang bersumber dari Dana Desa itu jumlah penerimanya 70 orang dengan besaran Rp 600 ribu setiap peserta. Sama dengan penyaluran tahap pertama. “Jumlah penerimanya 70 orang, ini penyaluran tahap kedua.

“Soal aksi blokade jalan yang mereka lakukan itu saya tidak paham apa alasannya. Yang pasti saya sudah jalankan sesuai aturan dan sesuai hasil musyawarah desa,” kata Kades.

Informasi dihimpun, aksi blokade jalan yang dilakukan warga tersebut dikarenakan adanya sekelompok warga yang menginginkan BLT tersebut dibagi rata. Mereka menginginkan semua warga di Desa Hutapuli mendapat bantuan yang bersumber dari Dana Desa. Sementara data penerima dari desa tersebut hanya 70 orang.

Kades Hutapuli Mundur dari Jabatan

Kepala Desa Hutapuli Kecamatan Siabu Mandailing Natal (Madina) Hanapi Nasution memilih mundur dari jabatannya setelah didesak warga melalui aksi demo dengan blokade jalan lintas, Selasa (16/6).

Sutan Nomba Lubis, tokoh masyarakat Hutapuli mengatakan rapat mediasi belum berhasil dilakukan, dan kepala desa memilih mengundurkan diri dari jabatannya. Hal itu ia lakukan dikarenakan warga terus mendesak agar kades mundur.

“Mediasi gagal, dan pak Kades memilih mundur, dia tadi sudah buat surat pengunduran diri,” kata Sutan.

Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi mengatakan situasi di lokasi sudah mulai kondusif dan blokade jalan sudah dibuka oleh warga. “Blokade jalan sudah dibuka dan sudah ada kesimpulan rapat. Iya (kades mundur) kabarnya begitu,” kata Kapolres.

Informasi dihimpun, rapat desa bersama Muspika sudah menghasilkan keputusan. Dan kepala desa membuat surat pengunduran diri lalu membacakan surat tersebut di hadapan peserta musyawarah. (wan/bsl/mag01)

USI