News

Tukang Mesin Tewas Mengapung di Laut Sarudik

FaseBerita.ID – Warga Kelurahan Pancuran Pinang, Kecamatan Sibolga Sambas geger dengan penemuan sesosok mayat mengapung di laut sekitar Pulau Sarudik, Sabtu (25/5) sekira pukul 14.30 WIB.

Menurut keterangan warga sekitar, mayat pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja galangan kapal Pulau Sarudik. Awalnya, pekerja tersebut tidak menyangka kalau benda mengapung yang bergerak mendekati pulau merupakan mayat.

“Pertama-tama, gak tahu dia kalau itu mayat. Setelah mendekatnya ke pulau, dilihatnyalah, rupanya mayat. Diteleponlah langsung polisi,” kata seorang pria yang mengaku warga sekitar.

Tidak banyak warga mengenal sosok mayat tersebut. Namun, di kalangan nelayan, almarhum kerap disapa dengan sebutan Mamak Jalayur. Kerjanya sehari-hari sebagai Kwanca atau tukang mesin di sebuah kapal penangkap ikan. “Gak semua kenal. Ada yang kenal, katanya gelarnya mamak Jalayur. Dia Kwanca kapal bagan boat,” terang pria bertubuh besar tersebut.

Tidak ada yang mengetahui penyebab Mamak Jalayur jatuh ke laut hingga meninggal. “Gak tahu, kenapa bisa sampai jatuh dia ke laut. Kalau kata keluarganya waktu kami tanya, katanya ada penyakit jantungnya,” tukasnya.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja dalam keterangan persnya yang disampaikan Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin membenarkan penemuan mayat tersebut. Sekilas, dari hasil pemeriksaan mereka, Mamak Jalayur diketahui merupakan warga Sarudik, Tapteng.

“Ditemukan di Pulau Sarudik, di pinggiran Pantai. Namanya, Sagoar Panggabean alias Jalayur, usia 70 tahun. Warga Kelurahan Sarudik, Kecamatan, Tapteng. Kemudian, jenazah dibawa ke rumah sakit FL Tobing Sibolga,” terang Sormin.

Tak hanya itu, perwira 2 balok kuning ini juga membenarkan informasi yang diperoleh dari pihak keluarga Mamak Jalayur, bahwa almarhum punya riwayat penyakit jantung dan asam urat. “Meninggal dunia karena mengindap penyakit jantung dan asam urat, berdasarkan keterangan keluarga atas nama Elvida Panggabean,” katanya.

Untuk mencari tahu informasi lebih detail seputar kematian Mamak Jalayur, pihak kepolisian telah memeriksa 3 saksi.

“Personil Polsek Sibolga Sambas, bersama piket Intelkam Polres Sibolga telah melaksanakan olah TKP, membuat surat pernyataan keluarga, agar tidak dilakukan pemeriksaan medis, otopsi terhadap korban. Kemudian, kita sudah memanggil dan memeriksa saksi-saksi,” pungkasnya sembari menambahkan bahwa jenazah telah dibawa pulang pihak keluarga untuk disemayamkan. (ts)