News

Tringgiling Berkeliaran di Kebun Sawit Labusel

FaseBerita.ID – Seekor Trenggiling ditemukan di areal perkebunan kelapa sawit milik warga di Kecamatan Kampung Rakyat, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel). Oleh penemunya sekaligus pemilik perkebunan kelapa sawit, Firman (38) menyerahkan hewan yang dilindungi tersebut ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara, di kediamannya Jalan Cut Nyak Dien Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Minggu (7/2).

Firman menceritakan, hewan tersebut didapatkannya tanpa sengaja. Saat itu ia tengah memanen kelapa sawit di areal perkebunan miliknya.

Diperkirakan hewan bernama latin Manis Javanica dan berwarna hitam keabu-abuan itu terjatuh dari atas pohon kelapa sawit. Mengetahui binatang berkulit keras itu dilindungi, Firman langsung berkoordinasi dengan rekannya, Roni Afrizal dan Budi Awaludin dari TIME Sumatera. Selanjutnya menghubungi petugas BBKSDA Sumut melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI, Darmawan.

Minggu (7/2) pagi, Trenggiling diserahkan kepada pihak yang berkompeten agar tetap berkembangbiak di alamnya.

Saat menyerahkan Trenggiling kepada Kepala Resort Barumun III Supandi dan Staf Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang M Hatta, Firman didampingi Roni Afrizal serta Direktur Executive TIME Sumatera, Budi Awaluddin.

Sementara itu, Kepala Resort Barumun III Supandi didampingi Staf Seksi Konservasi Wilayah VI Kotapinang M Hatta memberikan apresiasi terhadap warga yang secara sukarela menyerahkan binatang yang dilindungi.
Menurutnya, kesadaran warga dan siapapun sangat diharapkan agar peduli akan keberlangsungan keberadaan binatang yang dilindungi.

Apalagi, hal itu telah tertuang di Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.

Pihaknya, sambung Supandi dan M Hatta, segera melakukan pelepasliaran Trenggiling temuan warga Rantauprapat, di areal kawasan hutan Suaka Marga Satwa Barumun.

“Iya, secepatnya demi keberlangsungan binatang dilindungi. Kita imbau warga-warga lainnya juga berbuat yang sama,” ujar Supandi. (zas/fabe)

iklan usi