News

Tolak Omnibus Law Mahasiswa di Padang Lawas kembali Turun ke Jalan

FaseBerita.ID – Aksi penolakan terhadap Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja terus bergulir. Senin (2/11) ratusan massa dari Solidaritas Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) bersama mahasiswa peduli buruh melakukan aksi menolak undang-undang tersebut.

Massa menyasar kantor Kejari Palas, Mapolres Palas, dan Kantor Bupati. Dalam aksi damai ini, massa juga membawa berbagai poster dan spanduk menolak pemberlakuan UU Omnibus Law Cipta Kerja yang diduga akan merugikan rakyat Indonesia.

“Atas nama buruh, dengan tegas kami menolak disahkannya undang undang Omnibus Law Cipta Kerja,” ujar Muhammad Amaluddin Siregar salah seorang koordinator aksi dalam orasinya.

Selain itu massa buruh juga meminta kepada pemerintah untuk menaikkan upah minimum kabupaten tahun 2021.

“Buruh dan pekerka hari ini sangat tersiksa, kami minta pemerintah untuk menaikkan upah minimum kabupaten,” katanya.

Menyahuti aksi tersebut, mewakili Kajari Palas Kasi Pidsus Jefri Gultom mengatakan akan menyampaikan aspirasi para buruh ke pimpinan. Usai melakukan aksi di Kejari, massa lanjut aksi ke kantor Bupati dan Polres Palas. Di kantor Bupati, massa diterima Kabag Hukum. Dan aksi ini berlanjut ke Polres Palas. (tan)

iklan usi