News

Tolak Bayar Utang, Abang Dibakar Adik Kandung

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Emosi karena utang tak kunjung dibayar, Muhammad Aidil (40) tega membakar abang kandungnya, Mustafa Kamaluddin (45). Kejadian itu menyebabkan tubuh korban melepuh hingga 15 persen.

Muhammad Aidil alias Amat KK (40) warga Pasar Baru Tanjungbalai itu akhirnya diringkus polisi dari satu unit rumah di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sei Tualang Raso, Tanjungbalai, Senin (26/8/2019).

Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai kepada wartawan mengatakan kejadian bermula, Minggu (25/8/2019) sekira pukul 20.45 WIB. Saat itu tersangka yang merupakan seorang pedagang ikan berada di warung tuak di kawasan Pasiran Kota Tanjungbalai.

Tersangka menghubungi korban melalui telepon selulernya. Tujuannya, menagih utang. Sebab saat membeli udang dari tersangka, korban belum melunaskan pembayaran. Korban meminta tersangka datang ke kiosnya. Awalnya, tersangka menganggap abangnya itu akan membayar utangnya.

Selain menelepon korban, tersangka juga menghubungi Jamaluddin, yang juga abang kandungnya dan memintanya ikut datang ke kios korban. Ia berharap abangnya itu menjadi saksi, dan korban mau membayar utangnya.

Setelah bertemu korban, tersangka langsung menagih uangnya. Namun hal itu justru berujung keributan. Soalnya korban malah mengungkit utang tersangka kepadanya sebelumnya. Beberapa saat kemudian, Jamaluddin tiba. Tersangka berharap dengan datangnya Jamaluddin, bisa menasehati korban agar mau membayar utangnya.

Ternyata perkiraan tersangka meleset. Jamaluddin dianggap terkesan membela korban. Emosi, tersangka mengambil botol bekas kemasan air mineral berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) dari kantung depan sepedamotor metik miliknya. Langsung saja ia menyiramkan BBM tersebut ke tubuh korban, dan menyalakan api. Setelah tubuh korban terbakar, tersangka berlalu.

Dari hasil pemeriksaan petugas, kata Kapolres, tersangka mengakui perbuatannya. BBM itu, dibelinya saat dalam perjalanan menemui korban.

Tersangka mengaku awalnya BBM itu untuk sepedamotornya. Namun terbersit niatnya untuk menakut-nakuti korban dengan cara mengancam membakar kios ikan korban bila abangnya itu menolak membayar utang. Sehingga, tersangka tidak mengisikan BBM itu ke tangki sepedamotornya. Melainkan membawa BBM itu menemui korban.

Saat bertemu itulah tersangka membakar korban. Akibatnya, korban mengalami luka bakar sekitar 15 persen dan terpaksa menjalani perawatan di rumah sakit.

Tersangka, kata Kapolres, dengan sengaja melakukan pembakaran yang mengakibatkan bahaya maut kepada orang lain atau penganiayaan berat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187 ke-2e KUHPidana subsider Pasal 351 Ayat (2) KUHPidana dan terhitung sejak Selasa (27/8) tersangka di tahan di rumah tahanan Polres Tanjungbalai. (ck04/rah)