News

TNI Tidak Lagi Dapat Bersikap Tertutup dari Segala Perubahan dan Kemajuan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Seperti biasa, setiap tanggal 17 seluruh jajaran Prajurit TNI dan PNS melaksanakan upacara gabungan di lapangan Makorem 023/KS. Danrem 023/KS Kolonel Inf Tri Saktiyono bertindak sebagai Inspektur upacara dan Mayor KAV Arwan Sembiring, Danramil 06/Kota Sibolga-Kodim 0211/TT sebagai komandan upacara.

Hadir pula, Kasrem 023/Kawal Samudera Letkol Inf I Gusti Ketut Artasuyasa, Dandim 0211/TT letkol Inf Jimmy Rihi tugu, Danlanal Sibolga Letnan Kolonel Laut (P) Betrawan, MTr Hanla serta Dansat Radar Mayor Lek Alfred Eisener Anes. Kemudian, para Kasi Korem 023/KS, Dan/Kabalak Aju Rem 023/KS, Kabalak Rem 023/KS, serta para prajurit TNI AD, AL dan AU Sibolga-Tapteng.

Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Danrem, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIp mengatakan, dalam bertugas TNI harus memelihara dan memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Persatuan dan kesatuan merupakan modal utama bangsa Indonesia, mengingat  ke-Bhinneka-an yang dimiliki. Tidak salah, bila para pendiri negara menetapkan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia.

Para Founding Father telah menyadari. Sejak awal perjuangan kemerdekaan dan sekarang tanggungjawab semua untuk memastikan Bhinneka Tunggal Ika terjaga.

Salah satu hal yang mendasar dalam keberhasilan tugas pokok adalah sumber daya manusia yang mendukung. Sebagai alat pertahanan Negara, TNI membutuhkan prajurit prajurit yang profesional. Profesional itu hanya akan bisa dicapai bila setiap prajurit terdidik dan terlatih dengan baik.

“Terdidik dan terlatih untuk melaksanakan setiap tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Terlebih tantangan yang akan kita hadapi di masa mendatang akan semakin kompleks. Kompleksitas tersebut menuntut TNI memiliki personil dan satuan yang adaptif. Kita tidak boleh terlena dengan berbagai kemajuan teknologi dan harus dapat mengeksploitasinya demi kemajuan TNI.

Menurutnya, TNI tidak lagi dapat bersikap tertutup. Tertutup dari segala perubahan dan kemajuan yang ada. Untuk itu, setiap komandan satuan bertanggungjawab untuk meningkatkan kemampuan dan wawasan anggota.

“Saudara-saudara bertanggungjawab atas apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh setiap anak buah. Komandan satuan adalah tumpuan setiap anggota dalam berbagai hal. Oleh karena itu setiap Dansat harus terlebih dahulu memiliki kemampuan yang tinggi  dan wawasan yang luas. Agar dapat mengarahkan dengan baik. Waspadai upaya memecah belah, radikalisme maupun dampak negatif lainnya dari perkembangan lingkungan yang ada. Nilai nilai luhur yang menjadi sendi-sendi pengabdian setiap prajurit TNI tidak boleh berubah. Sapta Marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI  harus mengalir dalam setiap hembusan nafas prajurit dimanapun berada dan bertugas,” tegasnya.

Kemudian, pelihara dan tingkatkan terus kemanunggalan dengan rakyat. Karena, kemanunggalan TNI dengan rakyat adalah urat nadi sistem pertahanan semesta.

“Sadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat, demi kepentingan rakyat. Tanamkan pula nilai-nilai budaya bangsa yang luhur dalam kehidupan keluarga. Keluarga adalah aset bangsa dan negara serta tempat generasi muda menerima pendidikan awalnya. Keluarga yang baik akan melahirkan generasi yang siap menghadapi persaingan global yang semakin ketat. Pengaruh buruk globalisasi hanya akan dapat dihadapi bila keluarga memiliki ikatan yang kuat dan harmonis. Mari siapkan anak- anak kita menyongsong kejayaan Indonesia,” imbuh Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI  mengajak semua untuk berdoa untuk keselamatan 12 prajurit dalam Helikopter MI-17 yang hilang kontak di pegunungan Bintang, Papua. (ts)

iklan usi