News

Tinjau Ulang Alih Fungsi Hutan Mangrove

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Alih fungsi hutan mangrove di Jalan Sibolga-Barus Km 4 Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, yang saat ini diketahui sudah menjadi lahan daratan dan pertapakan milik pribadi berdasarkan surat perizinan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan diminta ditinjau ulang.

Ketua Koordinator Pantai Barat Sumatera Utara DPD LSM LPPAS-RI (Lembaga Pemantau Pembangunan dan Asset – Republik Indonesia) Henry Lumbantobing alias Totok kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019) di Sibolga mengatakan, hasil investigasi pihaknya menemukan kawasan garis pantai yang dahulunya merupakan hutan mangrove seluas puluhan hektar sekarang sudah menjadi lahan daratan dan pertapakan bersertifikat hak milik pribadi.

“Kita minta pihak terkait hingga Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk meninjau ulang alih fungsi yang menjadikan hutan mangrove ini menjadi lahan hak milik pribadi,” katanya seraya menambahkan banyak fungsi hutan mangrove yang bermanfaat bagi daerah setempat, mulai dari penahan ombak (abrasi) hingga tempat tumbuh dan berkembangnya biota laut seperti ikan, udang dan kepiting.

Menurutnya, para pemilik lahan pribadi tersebut selanjutnya bebas memperjual belikan kepada para pengusaha dan investor untuk dijadikan lahan pembangunan perumahan hingga perhotelan.

“Lihat saja sekarang, sudah ditimbuni dengan tanah untuk pengerasan sebagai lahan pembangunan perumahan,” katanya.

Sementara itu, salah seorang pengusaha, Hendrik, yang ditemui wartawan di lokasi pembangunan perumahan di Desa Tapian Nauli I Tapteng membenarkan pihaknya memperoleh lahan dengan cara membeli dari pemilik sesuai sertifikat tanah hak milik. “Saya beli lahan ini, ada sertifikat tanah Tahun 2002,” katanya.

Menurutnya, lahan yang dibelinya tersebut dahulunya adalah lokasi usaha bidang perkayuan seluas 3,7 hektare dan ada sertifikatnya dan tidak ada hutan mangrove.

Terpisah Kepada Desa Tapian Nauli Satu Herwin Sibagariang yang dikonfirmasi via seluler, membenarkan kawasan tersebut sebelumnya merupakan hutan mangrove. “Setahu saya memang itu dulunya bakau tapi milik pribadi,” katanya.

Menurutnya, pemilik bakau mengurus izin peruntukan menjadi lahan daratan dan pertapakan pribadi dari Pemda dan kementrian terkait. “Dulu pernah turun tim dari Pemda dan sesuai suratnya kawasan ini menjadi lahan daratan milik pribadi,” katanya. (mis)