News

Timbulkan Kerumunan Besar, PTM Perlu Evaluasi Dan Dukungan Orangtua

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID –Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sumatera Utara sesuai instruksi Gubennur Sumatera Utara nomor: 188.54/39/INST/2021 yang dilanjuti Surat Edaran Bupati Simalungun Nomor: 420/1631/4.4.1/2021 tertanggal 3 September 2021 perlu dievaluasi karena PTM ini menimbulkan kerumunan dalam jumlah besar.

Pantauan di lapangan, kerumunan orangtua dan siswa terjadi pada pagi hari di halaman sekolah atau di sekitar gerbang sekolah, hal sama juga terjadi saat pulang sekolah saat orangtua menjemput anak. Kerumunan saat siswa pulang sekolah bersama di gerbang sekolah dan simpang jalan menuju sekolah juga terjadi. Aktifitas ini karena banyak siswa yang menggunakan angkutan umum untuk pergi dan pulang sekolah.

Jika sekolah yang memiliki 1000 siswa, dan melakukan PTM sebanyak 25 persen maka dalam waktu bersamaan ada sekitar 250 siswa ditambah guru dan orangtua yang melakukan aktifitas di kompleks sekolah. Itu bisa berbeda jika sekolah melakukan PTM dengan kapasitas 50 persen.

R Tampubolon warga Kecamatan Panei yang ditemui di simpang jalan menuju SMPN 1 Panombean Panei, Senin (6/9/2021) mengatakan, sebagai orangtua pihaknya sangat mendukung pelaksanaan PTM karena selama pembelajaran jarak jauh di rumah, kebanyakan anak-anak kurang serius. Namun, harapanya pihak sekolah dan pemerintah memastikan PTM tidak menimbulkan kerumunan besar yang rentan penyebaran covid-19.

Tampubolon juga meminta pemerintah segera memberikan vaksin kepada anak-anak sekolah, agar kekebalan tubuhnya menghadapi virus, bertambah.

Kadis Pendidikan Elfiani Sitepu saat meninjau PTM hari pertama di SD Plus Balata.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun Elfiani Sitepu melalui Sekretaris Dinas Pendidikan Parsaulian Sinaga mengatakan, sesuai dengan  instruksi Gubernur dan Surat Edaran Bupati, telah dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas di Simalungun sejak 6 September 2021. Dalam pelaksanaannya, tetap dilakukan pengawasan oleh Korwil bidang Pendidikan Kecamatan, pengawas sekolah dan penilik luar sekolah untuk memantau dan membina pelaksanaan PTM.

“Kami memang menemukan ada kerumunan yang tidak bisa hanya menjadi tanggungjawab kepala sekolah. Kerumunan pada pagi hari saat masuk sekolah, yakni orangtua yang mengantar dan anak-anak serta kerumunan yang sama pada siang jam pulang sekolah. Ini harusnya menjadi tanggungjawab bersama, untuk dijaga dan dipatuhi oleh orangtua siswa dan wali. Kerumunan di luar sekolah dibutuhkan kesadaran bersama untuk menghindarinya,” kata Parsaulian.

Dijelaskan Parsaulian, PTM ini masih dalam percobaan dan kemungkinan perlu evaluasi demi pemutusan penyebaran covid-19. Dalam pelaksanaannya dilakukan pengawasan langsung secara ketat.

Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan Raya Niat Liharman Purba mengatakan, sekolah di Kecamatan Raya sudah melakukan PTM dengan kapasitas 25 persen siswa.(esa/fabe)