News

Tiga Polisi di Riau Ditusuk Geng Motor

Dipaparkannya, ada dua Laporan Polisi (LP) terkait kasus tersebut, pertama kekerasan secara bersama-sama terhadap orang (korban) dan kekerasan (pengrusakan) terhadap barang, di mana pelaku memecahkan kaca RS Syafira (tempat korban dirawat) dan kendaraan di lokasi.

Dia juga menegaskan, tidak ada ruang di Pekanbaru terhadap berkembangnya geng motor. “Jika ada geng motor yang melanggar aturan dan menggangu masyarakat akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Dikatakannya, awal penyebab terjadi perkelahian, berawal dari saling salah paham. “Sekitar pukul 12 (malam) itu, korban dan pelaku saling bertemu dan terjadi saling salah paham. Tidak ada permasalahan sebelumnya,” ucap Santo.

Atas kejadian tersebut, Polresta yang menerima laporan melalui Polsek Bukit Raya membentuk Tim Buru Sergap untuk menangkap pelaku. Alhasil, tim yang bergerak cepat meringkus empat orang pelaku, Minggu (21/4).

Salah satu dari pelaku berinisial AH sebagai otak pelaku yang memberi instruksi juga dikatakannya telah diamankan.

Penyebab pasti perkelahian antara anggota Sabhara Polda Riau dengan ratusan orang dari kelompok geng motor, masih tanda tanya. Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru telah menetapkan dua orang tersangka. (jpnn/fid)

Laman sebelumnya 1 2
USI