News

Tiga Pati Polri Daftar Capim KPK, WP Ingin Lembaganya Tak Dibajak

FaseBerita.ID – Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel Capim KPK) telah menerima 72 orang yang pendaftar sebagai Capim KPK jilid 5. Jumlah 72 pendaftar ini terhitung sejak Senin, 17 Juni 2019 hingga Sabtu, 28 Juni 2019.

“Hingga kini sudah 72 pendaftar, mereka dari latar belakang yang berbeda-beda,” kata anggota Pansel Capim KPK, Hendardi kepada JawaPos.com (grup media ini0, Minggu (30/6). Hendardi menuturkan, pihaknya telah menerima tiga berkas pendaftaran Capim KPK dari unsur perwira tinggi Polri. Namun, belum bisa dijelaskan secara rinci siapa sosok tersebut.

“Sudah tiga orang, saya tidak ada detilnya,” ucap Hendardi. Tak hanya dari unsur Polri, Hendardi menyebut, mereka yang mendaftar sebagai Capim KPK periode 2019-2023 datang dari berbagai latar belakang. Bahkan, unsur akademisi dan pengacara banyak yang telah mendaftar sebagai Capim KPK.

“Yang terbanyak adalah dosen 18 orang, dari pengacara 17 pendaftar,” terang Hendardi. Kendati demikian, Hendardi menyampaikan, sejauh ini belum ada pegawai maupun komisioner KPK dan dari unsur TNI yang mengirimkan berkas pendaftarannya. “Dari TNI dan KPK belum ada,” jelas Hendardi.

Sementara itu, Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo berharap Pansel Capim KPK bisa menunjukan integritasnya untuk menyaring pimpinan lembaga antirasuah. Yudi menegaskan, tidak ingin pemberantasan korupsi di masa mendatang mengalami penurunan hanya karena Pansel KPK salah menerima calon pimpinan KPK.

“Jangan sampai KPK nanti dibajak. Bahaya kalau KPK arahnya berubah,” ucap Yudi. Yudi mengaku, mendengar sejumlah pihak yang mengkritik sembilan nama anggota Pansel Capim KPK jilid 5.

Kritik itu terkait pansel yang tidak memiliki integritas dan rekam jejaknya kurang untuk menjaga independensi KPK di masa mendatang. “Kami kritisi tata caranya. Kami ingin orang-orang yang memenuhi syarat dan intergritas. Jangan sampai orang punya masalah,” tukasnya. (jpg)