News

Tiba di Tapteng, 15 Pemudik Langsung di Karantina

FaseBerita.ID – Kebijakan wajib karantina selama 14 hari bagi warga yang mudik ke Kabupaten Tapanuli Tengah, tidak hanya isapan jempol semata. Sebanyak 15 pemudik yang tiba di Tapteng, saat ini sudah menjalani isolasi di dua tempat berbeda, yakni di Asrama Prodi Akper Pandan sebanyak 11 orang dan di Mes BPDSDM Pinangsori sebanyak 4 orang.

Kelima belas pemudik berasal dari Makasar, Bekasi dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Isolasi akan dilakukan selama 14 hari kedepan. Kebutuhan selama karantina akan difasilitasi Pemkab Tapteng dan akan dilakukan pengecekan secara rutin oleh para petugas medis.

“Ini sudah keputusan Forkopimda. Para pemudik sudah barang tentu harus kita antisipasi. Kita berdoa beliau-beliau tidak terjangkit penyakit apapun. Namun walaupun begitu, upaya pencegahan sudah barang tentu harus kita lakukan,” kata Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani, saat berkunjung ke lokasi karantina di gedung Diklat Pinangsori, Minggu (26/4) lalu.

Bakhtiar memaparkan, jika kondisi kesehatan tidak dalam tahap yang mengkhawatirkan, para pemudik akan dipersilahkan pulang ke kampung halamannya. Untuk yang memiliki gejala tertentu, akan dilakukan pemeriksaan medis di RSUD Pandan.

“Kalau perkembangan kesehatannya bagus kita akan pulangkan. Dan kalau ada gejala tertentu akan kita cek di RSUD Pandan dan akan dirujuk,” ucap Bupati.

Lebih jauh disebutkan, kondisi 15 orang pemudik yang saat ini menjalani isolasi dalam keadaan baik. Kendati demikian, Bupati tetap mengingatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan masyarakat untuk selalu waspada. Terkadang orang yang tanpa gejala juga berpotensi menjadi sumber penularan Covid-19.

“Banyak pasien tanpa gejala, tidak menunjukkan penyakit, ini yang harus kita antisipasi,” tukasnya.

Bakhtiar juga menegaskan jika karantina tidak hanya dilakukan di asrama Prodi Akper Panda dan gedung BPDSDM Pinangsori. Tempat Isolasi juga telah disediakan di desa-desa. Disamping untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona, kebijakan tersebut juga untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan pemudik selama masa mudik Idul Fitri 1441 H.

“Di desa-desa juga kita telah menyiapkan satu rumah tempat isolasi. Walau begitu, kita menghimbau agar masyarakat jangan mudik dulu, kerena berpotensi menyebarkan Covid-19,” pungkas Bakhtiar. (ztm)