News

THR Direncanakan Cair Paling Lambat 15 Mei 2020

FaseBerita.ID – Presiden Joko Widodo telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) terkait pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2020 kepada Aparat Sipil Negara (ASN), prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) serta para pensiunan. Setidaknya THR tersebut akan diterima paling lambat Jumat (15/5) pekan ini.

Hal ini dipertegas Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Ia pun memastikan bahwa pembayaran tersebut akan dilakukan secara serentak.

“Kami sekarang sedang lakukan persiapan dengan seluruh staf kerja untuk eksekusi pembayaran THR ini. Kita harapkan akan bisa dilakukan serentak paling lambat pada akhir Jumat ini, tanggal 15,” terang Sri Mulyani melalui telekonferensi pers, Senin (11/5).

Porsi THR yang akan diberikan kepada para ASN Pusat, TNI, dan Polri adalah sebesar Rp6,77 triliun. Untuk ASN Daerah akan diberikan sebesar Rp13,898 triliun. Kemudian, untuk THR para pensiunan ASN, yakni sebesar Rp8,708 triliun.

“Total, THR yang akan dicairkan yakni pada Jumat ini sekitar Rp29,382 triliun,” ujarnya.

Adapun, THR ini hanya akan diberikan kepada seluruh pelaksana TNI, Polri, Hakim Agung, dan Hakim yang jabatannya setara dengan pejabat di bawah eselon III, IV dan seterusnya. Sedangkan, bagi pejabat di eselon I, II, serta pejabat negara tidak akan mendapatkan THR.

Menteri Tak Dapat THR

Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini adalah yang jabatannya setara eselon III ke bawah, termasuk TNI dan Polri.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut, Presiden, Wakil Presiden, dan para Menteri tidak mendapat THR tahun ini. Kebijakan yang sama juga akan berlaku bagi anggota DPR dan DPD.

“Untuk Presiden, Wapres, Menteri, DPR, DPD, tidak dapat THR dengan keputusan tersebut,” ujarnya dalam Video Conference, Selasa (14/4).

Sri Mulyani memastikan, THR untuk ASN, TNI, dan Polri akan dibayarkan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Meskipun demikian, THR tahun ini hanya berupa gaji pokok plus tunjangan melekat, seperti tunjangan istri atau suami dan anak. Namun, tidak termasuk tunjangan kinerja (tukin).

“Seluruh pelaksana dan eselon III ke bawah mendapat THR dari gaji pokok dan tunjangan melekat, tidak dari tukin. Pensiun juga tetap sesuai tahun lalu karena mereka kelompok yang mungkin tertekan juga,” ungkapnya. (jp)