News

Tertibkan Limbah Usaha Pengasinan Ikan Teluk Nibung!

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID– Warga mendesak pemerintah untuk menertibkan limbah dari usaha pengasinan ikan yang berlokasi di Kelurahan Pematang Pasir Kecamatan Teluk Nibung Kota Tanjungbalai.

Pasalnya, saat ini terdapat 16 usaha pengasinan ikan di daerah itu sementara limbahnya mencemari sungai yang ada di sekitarnya, dan aroma bau yang menyengat harus dicium warga sekitar setiap hari.

“Kami sangat keberatan bau nya limbah itu. Setiap hari baunya sampai ke dalam rumah, apalagi menjelang terik matahari. Itu yang kami masalahkan. Dan lagi cairan limbah nya dibuang di anak sungai Pematang Pasir, yang sebagian kecil warga masih digunakan orang untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Huban Harahap, warga yang tinggal di sekitar usaha pengasinan di Lingkungan IV Pematang Pasir, Rabu (7/4/2021).

Disebutkan bahwa, di lingkungannya terdapat 5 usaha pengolahan ikan asin yang beroperasi diantaranya, 3 gudang di lingkungan IV dan 2 gudang di lingkungan V. Dan dari semua gudang usaha itu tidak ada yang memiliki merek atau nama usahanya.

“Sehingga patut kita duga bahwa operasional pengolahan ikan asin tersebut belum ada izinnya masing-masing karena tak satupun memiliki nama gudang usaha nya, “kata Harahap.

Lebih lanjut dikatakan, mengenai keluhan atas limbah itu, camat setempat sudah membuat pertemuan dengan para pengusaha dengan masyarakat beberapa hari lalu. Namun belum ada membuahkan hasil, karena warga masih disuruh menunggu respon dari dinas terkait.

“Intinya, yang kami mau bukan menutup usahanya, tapi ditertibkan agar bagaimana limbahnya tidak mencemari lingkungan serta menimbulkan aroma bau seperti yang kami rasakan selama ini. Untuk itu, kami minta pemerintah segera menyelesaikan permasalahan limbah ini, “pungkas Harahap.

Menanggapi hal itu, Camat Teluk Nibung, M Ali saat dikonfirmasi mengatakan bahwa, dirinya telah menyampaikan berita acara hasil pertemuan terkait persoalan limbah itu ke Dinas Lingkungan Hidup. “Berita acara pertemuan nya juga sudah sampai ke dinas LH, tinggal menunggu jadwal kapan turun ke lapangan, “ucap Ali.

Dalam berita acara itu, kata Ali, pihaknya juga meminta agar dinas lingkungan hidup melakukan pembinaan terkait izin pengelolaan air limbah (IPAL) ke pengusaha pengolahan ikan asin tersebut, sehingga mereka dapat memahami bagaimana cara pengolahan limbah sesuai standar.

“Saya juga telah sampaikan ke dinas agar para pengusaha ini diberikan bimbingan tentang IPAL karena pengusaha bersedia dibina. Dan sejak awal kita juga telah memberikan teguran kepada pengusaha agar membuat IPAL sesuai dengan standar, dan agar mendirikan nama planknya masing-masing sehingga ada identitas gudangnya, “ucap Ali sembari mengatakan bahwa dirinya berkomitmen dalam menyelesaikan persoalan limbah tersebut.(ck-04/fabe)

USI