News

Tersinggung, Habisi Korban dari Belakang: Rekonstruksi Pembunuhan Buruh Bangunan

FaseBerita.ID – Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Tengah (Tapteng) menggelar rekonstruksi pembunuhan yang terjadi di Desa Mela 2, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, pada 17 Desember 2020 lalu. Rekonstruksi berlangsung di halaman Mapolres Tapteng, Rabu (3/2).

Sepuluh adegan langsung diperankan tersangka AJT (24). Sementara Korban O’oZoki Lahagu diperankan personil Sat Reskrim Polres Tapteng. Dua saksi yakni pemilik lokasi bangunan dihadirkan dalam rekonstruksi tersebut.

Pada adegan pertama, tersangka AJT mengambil kayu untuk mendirikan jemuran. Setelah itu, sekira pukul 12.00 WIB saksi 1 mengantarkan makan siang buat korban dan tersangka. Di adegan kedua, korban menyuruh tersangka ke lokasi bangunan agar menutupkan rumah dengan tenda.

Selanjutnya tersangka kembali memasang tiang jemuran hingga selesai. Tiang yang dipasang tersangka kemudian tumbang. Disitulah korban menyebutkan kalimat “Jangan sok pandai-pandai-pandaian kau jadi tukang” yang ditujukan kepada tersangka.

Dalam adegan ketiga, usai mendirikan jemuran tersangka menjumpai korban ke kamar mandi. “Pak Darman janganlah kau menyuruh aku begini, terlalu kau siksa badanku ini,” ujar tersangka saat itu.

Namun korban tak menggubrisnya dan mengatakan bahwa itu bukanlah urusan tersangka. “Gak urusanmu itu.”
Amarah tersangka memuncak mendengar perkataan korban. Tersangka langsung menuju pondok dan menghubungi rekannya agar mengantarkan tuak suling ke lokasi bangunan. Sementara itu korban yang selesai mandi langsung menuju lokasi bangunan dan mengambil senter miliknya.

Pada adegan keempat, sekira pukul 20.00 WIB saksi tiba di lokasi dengan membawa tuak suling dalam botol air mineral untuk tersangka. Saat itu saksi dihampiri korban sambil bercerita. Sementara tersangka pergi ke pondok dan mengambil sebilah parang sambil melakukan aktivitas kecil mengarah ke belakang korban.

Ketika ia persis berada di belakang korban, tersangka langsung membacok korban hingga terjatuh dari bangku dan berlumuran darah. Saksi yang melihatnya langsung terkejut dan membentak tersangka seraya mengatakan; Yang mau membunuh akunya kau di situ.

Lalu karena merasa trauma, saksi langsung pergi meninggalkan tersangka dan korban.

Sementara usai menghabisi korban, tersangka mencari lokasi di sekitar pondok untuk menyembunyikan jasad korban. Merasa tidak sanggup mengangkat korban, tersangka pun membiarkan tubuh korban dan melemparkan parang ke arah sungai.

Di adengan berikutnya, tersangka melarikan diri dan membiarkan korban di dalam pondok. Tersangka melarikan diri dengan menumpang becak menuju ke Jalan Jenderal Sudirman Kota Sibolga. (ztm/fabe)