News

Tersangka Pencabulan Anak Bebas Berkeliaran

TAPTENG, FaseBerita.ID– Tersangka kasus dugaan tindak pidana persetubuhan dan atau perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, bebas berkeliaran atau tidak ditahan aparat Polres Tapteng. Tersangka melakukan aksi bejatnya di Kelurahan Sipange, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Keluarga, melalui pemerhati anak di Kabupaten Tapanuli Tengah, Lasmaria Simatupang, mengadukan kasus dugaan tindak pidana tersebut ke Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait. Keluarga menyebutkan, korban yang masih berstatus pelajar di salah satu SMP di Tapteng ini, mengalami trauma yang mendalam atas masih berkeliarannya tersangka.

“Sudah kita laporkan pada tanggal 22 Mei 2021,” ujar Lasmaria Simatupang, Kamis (27/5).

Selain melaporkan sambung Lasmaria, pihaknya juga bermohon ke Komnas PA untuk membantu memperjuangkan kepastian hukum terhadap korban. Dua bulan lebih kasus tersebut bergulir, belum menemui titik terang. Bahkan terduga pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka masih bebas berkeliaran.

Masih kata Lasmaria, orang tua korban saat ini merasa sangat kecewa atas belum ditangkapnya tersangka. Pihaknya melihat ada kejanggalan bahkan kesengajaan dari oknum tertentu untuk memperlambat proses penyelesaian kasus ini. Dan, yang paling miris, hasil visum et revertum yang dikelurakan pihak RSUD Pandan tidak diberitahukan kepada pihak korban.

Lasmaria berharap, dengan penyampaian surat tersebut, Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, berkenan memberikan perhatian serius atas kasus yang terjadi, sehingga tercipta keamanan dan keadilan terhadap korban dan keluarganya.

“Kita berharap beliau memberikan atensi penuh untuk tegaknya kepastian hukum terhadap korban pencabulan anak di bawah umur di Kabupaten Tapanuli Tengah,” harap Lasmaria.

Hingga berita ini dikirimkan, Ketua Komnas PA, Aris Merdeka Sirait, belum berhasil dikonfirmasi. Saat di hubungi melalui Aplikasi WhatsApp, walau dua tanda ceklis biru terlihat, dia belum memberikan tanggapan.

Sebagaimana diketahui, dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Korban sebut saja Bunga (14), diduga telah dicabuli tersangka IS (50) sebanyak sebelas kali. Kejadian percabulan ini terkuak setelah korban menceritakan kejadian yang dia alami kepada kedua orangtuanya, Minggu (21/3).

Permintaan pengusutan kasus ini telah dilayangkan keluarga korban ke unit PPA Sat Reskrim Polres Tapteng, melalui laporan polisi Nomor : LP/83/II/2021/SU/Res-Tapteng/Spk, tertanggal 22 Maret 2021.

Kabag Humas Polres Tapteng, AKP Horas Gurning, yang di konformasi dikantornya, Senin (10/5), menyebutkan jika kasus dugaan pencabulan tersebut telah ditindaklanjuti. Untuk saat ini terduga pelaku dikenai wajib lapor 2 kali seminggu.

“Dari kemarin juga sudah wajib lapor 2 kali seminggu,” ujar Gurning, saat itu.

Gurning juga menegaskan, jika penyidik telah mengirimkan berkas perkara kepada JPU Kejaksaan Negeri Sibolga dengan nomor BP/41/V/RES 1.24/2021/Reskrim, tertanggal 4 Mei 2021. Dalam Surat Pemberitahuan Hasil Perkembangan Penyelidikan (SP2HP)  Nomor B/146/V/RES 1.24/2021/Reskrim, tertanggal 7 Mei 2021, polisi juga memberikan kesempatan kepada keluarga korban jika bermaksud mengajukan bukti-bukti tambahan.

“Berkasnya sudah kita serahkan ke Kejari Sibolga atas nama tersangka IS alias A alias AM,” pungkasnya. (ztm/fabe)