News

Tersangka Sindikat Narkoba Tewas, Ayah: Kenapa Mesti Ditembak

FaseBerita.ID – Meninggalnya Mindah Hidayat Dalimunthe (22) membawa duka mendalam bagi keluarga. Mindah ditembak di Kawasan Jalan Akasia, Gang Bersama, Lingkungan Padang Matinggi, Rantau Utara, Labuhanbatu, Rabu (22/5) sekira pukul 13.00 WIB.

Almarhum merupakan anak keempat dari tujuh bersaudara pasangan Muhammad Nasir Dalimunthe dan Nurhidayah.

Insiden penembakan itu terjadi di halaman rumah kos-kosan warga yang berada di depan salahsatu pos organisasi kepemudaan.

“Saya dengar suara tembakan. Lantas saya kejar lokasi sumber suara. Almarhum sudah terkapar di tanah,” kata Burhan, warga sekitar.

Ketika itu, setelah tertembak peluru, tubuh almarhum dibawa sejumlah oknum personel polisi. Di TKP juga masih terlihat genangan darah almarhum.

Informasi dihimpun, korban dibawa pihak petugas ke Instalasi Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Rantauprapat. Di sana, almarhum sempat mendapat pertolongan medis selama lebih kurang satu jam. Namun, karena luka serius terdapat di dada, nyawa korban tak terselamatkan.

Sementara, orangtua korban Muhammad Nasir Dalimunthe ditemui di rumah duka di kawasan Jalan Akasia, Rantauprapat mengaku sedih melihat kondisi anaknya yang terbujur kaku.

Kepada sejumlah wartawan, dia mengaku tak menyangka jika anaknya yang berprilaku baik itu menjadi korban. Dia tidak mengetahui penyebab anaknya ditembak pihak petugas Kepolisian.

“Saya tidak tahu, kenapa anak saya mesti ditembak. Dia ini baik, bahkan penakut,” ujarnya sembari menangis.

Di rumah duka, tampak puluhan warga setempat melayat dan memenuhi ruangan dan halaman. Almarhum juga langsung dikebumikan di pemakaman muslim setempat.

Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang melalui Kasat Resnarkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Hery Cahyadi ketika dikonfirmasi melalui seluler Kamis (23/5) mengatakan, almarhum merupakan salah seorang penjual narkoba jenis sabu.

“Dia merupakan penjual sabu-sabu, karena dari salah seorang tersangka yang kita tangkap, barang itu didapat dari korban. Saat kita lakukan penangkapan, korban kabur dan terjadi kontak fisik dengan petugas. Dari tangan korban kita sita uang sebesar Rp12 juta yang dibungkus dalam kain hasil penjulan sabu kepada tersangka yang kita tangkap lebih awal,” jelas Kadek. (bh)