News

Tersangka Penyalahgunaan Dana Desa segera Disidang di Pengadilan Tipikor Medan

FaseBerita.ID – Mardan Siregar tersangka dugaan korupsi penyimpangan dana desa tahun 2018 saat dirinya menjadi kepala desa di salah satu desa yang ada di Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) penanganan perkaranya telah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) atau tahap II.

Informasi yang diperoleh dari Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Paluta, Budi Darmawan SH mengatakan, tersangka Mardan Siregar sudah dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Kota Medan.

“Proses pemindahan terhadap tersangka dilakukan pada hari Selasa malam (17/3) dari Lapas kelas III Gunung Tua. Dan saat ini tersangka sudah berada di Lapas Tanjung Gusta Medan,” jelas Budi Darmawan, Rabu (18/3).

Budi menyebutkan, pemindahan tahanan dilakukan untuk memudahkan proses persidangan yang akan dilaksanakan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Medan.

Dijelaskannya, proses pemindahan tahanan dilaksanakan oleh Tim Pidsus dibantu oleh Tim Intelijen Kejari Padang Lawas Utara dan dengan pengawalan personel Polres Tapanuli Selatan.

Lebih lanjut, Budi mengungkapkan, Mardan Siregar selaku Kepala Desa di Tahun 2018 menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp716.031.016 sesuai dengan APBDesa, namun tidak dikelola sesuai dengan ketentuan, dimana adanya kekurangan volume pada pembangunan tembok penahan tanah dan kegiatan-kegiatan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Dan sesuai dengan hasil laporan pemeriksaan khusus Inspektorat Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp385.326.590.

Sebelumnya tersangka Mardan Siregar dijemput paksa saat berada di Desa Gunung Selan, Kecamatan Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Upaya paksa dilakukan karena tersangka tidak kooperatif menjalani proses hukum yang menjeratnya. (ais)

iklan usi