News

Terkait Warga Gugat Tim Gugus Siantar: Diberi Waktu Mediasi Selama 30 Hari

FaseBerita.ID – Sidang gugatan terhadap tim Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Siantar kembali digelar di Pengadilan Negeri Siantar, Rabu (15/7).

Dalam sidang kedua ini, Majelis Hakim yang dimediatori Rahmat Hasibuan, menyarankan agar pihak tergugat dan penggugat berdamai.

Baca: Kasus Warga Demak Gugat Tim Gugus Siantar: Tergugat Tak Datang, Sidang Ditunda

Setelah dilakukan perundingan, pihak penggugat dan tergugat sepakat dan menaati aturan dari mediator mediasi serta diberi waktu selama 30 hari.

“Terkait gugatan ini, kami sarankan kedua belah pihak berdamai. Kami beri waktu selama 30 hari,” kata Majelis Hakim.

Dalam mediasi tersebut hadir kuasa tergugat dari Tim Gugus diwakili Kabag Hukum Heri Oktrizal.

Sementara kuasa hukum penggugat Renhard Sinaga SH akan mengikuti aturan dari pengadilan.

“Kita mengikuti aturan yang diberikan. Minggu depan akan dilakukan lagi seperti ini,” kata Renhard, Rabu (15/7) usai mediasi pertama.

Ia berharap masalah ini segera selesai. “Sidangnya singkat tadi, karena Walikota tidak datang. Perwakilannya saja yang datang,” ujarnya.

Pihaknya berharap dalam sidang-sidang selanjutnya Walikota sebagai Ketua Tim Gugus bisa hadir langsung.

“Yang hadir maunya jangan hanya kuasa hukumnya saja, Ketua Tim gugus juga harusnya hadir. Biar bisa mengambil kebijakan,” sebutnya.

Diketahui, sebelumnya puluhan  warga Gang Demak didampingi kuasa hukumnya dari LBH Pematangsiantar, menggugat Walikota Hefriansyah selaku Ketua GTPP Covid-19 Siantar ke Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Senin (29/6).

Dimana, masyarakat Gang Demak di Jalan Singosari, Kelurahan Martoba, Siantar Utara sebelumnya pernah diumumkan oleh Gugus Tugas Percepatan Penangan (GTPP) Covid-19 Siantar, sebagai zona merah dan terpapar coronavirus disease (Covid)-19. Akibat kebijakan tersebut, masyarakat di sana yang mayoritas sebagai pedagang merasa dikucilkan dan jualan mereka tidak laku. (ros)

USI