News

Terjaring Razia Larangan Mudik di Perlanaan, WNA Asal Mesir Terciduk Bawa Ganja

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Dalam Pengamanan libur lebaran tahun 2021 dalam lebaran kali ini sangat berbeda dengan lebaran sebelumnya. Dimana menurut aturan Pemerintah Pusat dalam rangka memutuskan penularan Covid-19, dilarang keras untuk melakukan mudik.

Untuk itu Personil gabungan Pos Pengamanan (Pospam) Polres Simalungun gencar melakukan razia gabungan di beberapa titik, pintu masuk dan pintu keluar Kabupaten Simalungun.

Kali ini tepatnya di  Pospam Parlanaan meringkus Warga Negar Asing (WNA) asal Mesir berinisial MEEKI (26) membawa narkotika jenis ganja dengan berat kotor atau bruto 63 Gram, Kamis (6/5/2021) sore sekira pukul 17.30 Wib.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo SIK melalui Kasatres Narkoba AKP Adi Haryono saat dikonfirmasi, Jumat (7/5/2021) sore sekira pukul 16.00 Wib membenarkan adanya penemuan tersebut.

Menurut penuturan AKP Adi Haryono, awalnya Jumat sore para personil gabungan terdiri dari unsur personel Polres Simalungun dan Polsek, TNI AD, Denpom 1/1 Pematang Siantar, Sat Pol PP, Dishub dan Dinas Kesehatan melaksanakan pemeriksaan terhadap kendaraan yang melintas di Pospam Penyekatan Parlanaan.

Tepatnya di Jalan Siantar Lima Puluh, Kecamatan Bandar guna mengantisipasi larangan mudik Idul Fitri 1442 H dalam Ops Ketupat Toba Tahun 2021.

Sekira pukul 17.30 Wib personil gabungan memberhentikan bus KUPJ dan memeriksa para penumpang. “Setelah diperiksa, Pelaku mengaku WNA asal Mesir tidak membawa identitas resmi serta dokumen sah lainnya seperti Passport dan Visa,”ujar Adi.

Selanjutnya, Adi menambahkan Pelaku diamankan ke Kantor Imigrasi Klas II Pematangsiantar kemudian personil Satres Narkoba dan Polsek Serbelawan serta pegawai Kantor Imigrasi melakukan penggeledahan barang barang bawaan pelaku.

Tepat didalam koper ditemukan 1 plastik kertas kresek berisi 31 bungkus plastik kecil berisi diduga ganja dan 1 bungkus kertas tiktak (pembungkus rokok).

Diinterogasi Pelaku mengaku ganja itu miliknya yang dibelinya tiga hari sebelumnya seharga Rp 100 ribu di Kota Medan untuk dipergunakannya sendiri.

‘Hingga saat ini Pelaku dan barang bukti sudah diamankan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan akan diproses sesuai UU Nom 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,”kata AKP Adi Haryono mengakhiri.(rel/fabe)