News

Terjadi Di Desa Sei Kopas: Penjarahan Sawit Berpotensi Timbulkan Bentrok

FaseBerita.ID – Penjarahan buah sawit di sejumlah tempat di Dusun X dan Dusun XI Desa Sei Kopas, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, atas alas hak Surat Keterangan Tanah (SKT) yang ditandatangai pemerintah desa setempat dengan Nomor 595/09/SK/2007 atas nama Tarigan Sinaga, SKT Nomor 593/11/SK/2010 atas nama Nurmi Sitorus, dan SKT Nomor 593/53/SK/2011, terjadi secara berkelanjutan sejak Agustus 2018 lalu.

Hal ini berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat  jika tidak diselesaikan secara tuntas.

“Terkait hal ini, kita masih melakukan sejumlah pertemuan dengan pihak pelaku. Penjarahan,” kata  Indra selaku warga, didampingi Gusti Ramadhani SH selaku kuasa hukum pemilik SKT di Kisaran, Rabu (28/8/2019).

Menurut Indra dan Gusti, warga pemilik SKT telah bertahun-tahun mengalami tindakan penjarahan yang berpotensi persekusi. Sejumlah warga yang mengatas namakan Serikat Petani Indonesi (SPI) cabang Sei Kopas pernah menaikan spanduk bertuliskan tanah ini milik SPI. “Pencuri itu kebanyakan dari kaum perempuan, kita akan buat aduan resmi ke Polres Asahan walau sebelumnya sitausi ini sempat disebut warga telah ditangani polisi,” ungkap Gusti.

Sementara, Kapolsek Badar Pasir Mandoge AKP Agus Salim Siagian saat dikonfirmasi awak media mangaku, telah menerjunkan personel untuk mengidentifikasi situasi dan mendalami masalah.

Namun, pihaknya berharap agar pihak yang merasa dirugikan segera melapor ke penegak hukum, dan tidak melakukan perbuatan anarkis. Kepala Desa Sei Kopas Donald Nadapdap saat dikonfirmasi tentang kebenaran SKT mengatakan, keaslian SKT yang dimiliki Nurmi Sitorus, Tarigan dan Prata Manurung tidak bisa dibantah keasliannya. Namun, sambungnya, surat mereka tidak rerlampir di arsip desa.

“Kenapa bisa terjadi penjarahan? Diduga sebab tumpang tindihnya surat, sejumlah perusahaan berinisial JB mengklaim itu lahan mereka dengan mengantongi Surat Hak Milik (SHM) dari BPN Asahan. Namun, perusahaan PT JB belum menunjukkan SHM yang asli kepada Pemdes. Hal ini bukan hal baru di dusun itu,” kata Donald.

Ketua SPI Sei Kopas  Zainuddin Sirait saat dikonfirmasi mengatakan, SPI dihadirkan di lahan itu untuk melindungi petani. “Sejauh ini, sejumlah perusahan mengklaim lahan itu dalam pengawasan PT JB, dan SPI pernah diberdayakan mereka, kita tidak pernah membenarkan penjarahan,” kata Zainudin. (ck-01/ahu)

iklan usi