News

Tenaga Kesehatan dan Forkopimda Siantar Siap Divaksin

SIANTAR, FaseBerita.ID – Tenaga Kesehatan Kota Pematangsiantar serta Forkopimda siap menerima vaksin Sinovac. Kesiapan ini merupkan bentuk dukungan untuk mencegah penyebaran virus covid-19. Namun, diingatkan walau sudah menerima vaksin, semua pihak masih harus wajib mematuhi protokol kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Kadis Kesehatan Kota Siantar dr Ronald H Saragih, Kamis (28/1).
“Tenaga kesehatan dan Forkopimda sudah siap. Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan untuk minggu depan. Seminggu ditargetkan selesai, akan dilakukan di rumah sakit dan puskesmas,” kata dr Ronald.

Dijelaskan Ronald, vaksin Sinovac yang tiba di Siantar untuk vaksin tahap pertama. Sementara tahap keduanya dan tambahannya akan menyusul tiba.

5.200 Vial Vaksin Sinovac Tiba di Siantar

Vaksin Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Sinovac sebanyak 5.200 vial telah tiba di Kota Pematangsiantar, Rabu (27/1). Untuk tahap pertama, vaksin tersebut diperuntukkan bagi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan 2.612 tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium.
Asisten III Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar Pardamean Silaen langsung menjemput vaksin tersebut ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Medan. Vaksin yang diterima nomor batch/expired date (202011045/Nov 23).

Vaksin tiba di Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar, Jalan Sutomo, dengan pengawalan ketat dari Brimob Subden IIB Pematangsiantar, dari Polres Pematangsiantar, dan Satpol PP. Begitu tiba, vaksin langsung disimpan di lemari pendingin sesuai standar World Health Organization (WHO).

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) dr Yuliana Sara Erika Silitonga MKM sebelumnya menerangkan, yang pertama menerima vaksin di Kota Pematangsiantar adalah unsur Forkompimda dan tenaga kesehatan sebanyak 2.612 jiwa yang bertugas di rumah sakit, puskesmas, dan laboratorium. Sedangkan jadwalnya menunggu dari Forkopimda.

Sedangkan tahap selanjutnya yang menerima vaksin yakni petugas pelayanan publik seperti TNI, Polri, aparat hukum, dan petugas di stasiun. Kemudian tahap ketiga yakni masyarakat rentan, disusul masyarakat pelaku perekonomian lainnya.(ros/pra/fabe)