News

Teleponan Terakhir Sebelum Tewas Dibunuh

Putri Minta Ayah Pulang Sebelum Ramadan

ASAHAN,FaseBerita.ID– Bunga Tiara Amelia Dalimunthe (13) putri dari Yunus, warga Asahan yang menjadi korban pembunuhan sesama TKI di Malaysia baru berulang tahun beberapa hari lalu. Terakhir kali teleponan dengan ayahnya, siswi kelas 1 SMP itu sempat tak mau dikirimkan kado dan cukup meminta ayahnya pulang.

“Iya baru ulang tahun (Bunga) ini semalam teleponan sama ayahnya. Katanya ayahnya mau belikan kado tapi dia nggak mau. Maunya ayahnya pulang saja sebelum puasa ini. Tapi begini sudah kejadiannya,” lirih Sutiah (37) isteri dari Yunus menceritakan kesedihannya itu, Rabu (17/3).

Dikatakan Sutiah, putri bungsunya itu memang dekat dengan ayahnya. Lebih dari tiga tahun ayahnya selama bekerja di Malaysia, Bunga sering berteleponan dan memberi kabar ayahnya. Bercerita tentang keadaan di rumah hingga sekolahnya.

Mendengar kabar kematian ayahnya kata Sutiah, anak perempuannya itu sedih, niat pertemuan dengan ayahnya yang sudah lama dirindukan dijadwalkan sebelum bulan Ramadan pun tak bisa diwujudkan.
“Sedihlah dia sekarang. Banyak diam tak percaya ayahnya sudah enggak ada tiap hari cuma nengok-nengok (melihat-lihat, red) foto ayahnya saja di HP,” kata Sutiah.

Dia pun berharap kepulangan suaminya itu bisa cepat prosesnya di Malaysia, meskipun sudah ada beberapa pihak yang menghubungi keluarga akan membantu kepulangannya termasuk pihak kedutaan di sana.
“Sudah ada memang yang member kabar sedang mengupayakan pengurusan kepulangan jenazah. Mudah-mudahan dua tiga hari lagi sudah sampai,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Yunus Dalimunte (39) warga Kabupaten Asahan, menjadi korban pembunuhan yang diduga dilakukan oleh sesama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia.

“Saya dapat telepon dari kawannya hari Sabtu (13/3) malam. Katanya abang (korban) kena tikam, yang nikam ini kawan satu kerjaannya juga,” kata Sutiah (38), isteri korban saat ditemui wartawan di rumahnya dusun II Desa Air Joman, Asahan, Senin (15/3) lalu.

Mendengar kabar itu, Sutiah terkejut. Pasalnya sehari sebelum kejadian ia baru saja bertelponan bersama suami yang sudah pergi merantau ke Negeri Jiran sejak tahun 2017 itu dan bekerja di wilayah Perak, Malaysia, sebagai anak buah kapal (ABK).

“Terkejut kami Pak. Sudah tiga tahun ini suami saya tak pulang. Padahal hari Jumatnya kami telponan bilang puasa ini mau pulang,” kata ibu dua anak ini.

Informasi di terima pihak keluarga, Yunus meninggal dunia karena sebelumnya bercanda dengan sesama rekannya di sana saat bekerja. Entah bagaimana rekannya tersebut sakit hati dan langsung menikam suaminya di bagian dada. Penampakan Yunus yang sekarat karena luka tikaman dan bersimbah darah dibagikan rekannya melalui pesan whatsapp.

“Ini videonya pak. Saya tak sangka suami saya bisa jadi begini. Pelakunya kabarnya sudah ditangkap, kawannya kerja juga. Orang Tanjungbalai,” ujarnya berlinang air mata didampingi dua anak perempuannya yang masih berusia 12 dan 14 tahun.

Pihak keluarga kini hanya bisa berpasrah diri menantikan kepulangan Yunus dari Malaysia yang dirasa akan mengalami banyak kendala, sebab keberangkatannya ke Malaysia kemarin tanpa dokumen perjalanan keimigrasian yang jelas.(per)

USI