News

TEGA!! Ayah Cabuli Putrinya Sejak 6 Tahun Lalu

FaseBerita.ID – TMP, pria berusia 37 tahun, tega menjadikan putri sulungnya, NA (13), sebagai pemuas nafsu sejak enam tahun terakhir. Bahkan, perbuatannya itu dilakukan sembari mengancam dengan menggunakan pisau.

Selama ini, TMP dan keempat anaknya, termasuk NA, tinggal bersama ibunya, Nek FL, yang sudah berusia 70 tahun. Mereka tinggal di rumah papan di atas sebidang tanah persawahan yang diapit perkampungan padat penduduk di Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kota Padangsidimpuan.

Perbuatan TMP sendiri terungkap pada Senin (29/7) lalu. Saat itu, adik-adik korban masing-masing berusia 11 tahun dan 9 tahun, datang bercerita kepada kakak sepupu mereka, Sd (24) yang masih bertetangga, jarak rumah mereka cuma jalan setapak.

Keduanya bercerita bahwa ayah kandung mereka telah berbuat tidak senonoh terhadap kakak mereka, NA. Sd tak lantas begitu percaya dengan ocehan anak-anak itu.

Lalu, Sd menyuruh keduanya memanggil NA, untuk bercerita secara langsung. Dan, NA membenarkan cerita kedua adiknya tersebut. NA mengaku ayah kandungnya telah mencabulinya berkali-kali sejak ia duduk di kelas 1 sekolah dasar (SD). Bahkan, ayahnya melakukan perbuatan itu sambil mengancam menggunakan pisau.

Mendengar pengakuan NA, Sd pun dilema. Sd bingung. Apakah harus membeberkan perbuatan tulang (paman)-nya itu, atau membiarkan adik sepupunya terus-terusan menjadi korban kejahatan nafsu TMP, ayah kandungnya sendiri.

“Kalau ibuku (kakak pelaku) sudah nggak tahu mau bagaimana, kan adiknya juga. Jadi, besok pulang sekolah, kita ke perlindungan anak, kubilang sama dia (Na),” kata Sd menuturkan awal terbukanya kasus ini.

Malangnya lagi, Senin malam selepas bercerita, NA masih mengalami pencabulan dari ayahnya. Hal itu semakin mendorong Sd untuk segera membawa korban dan melaporkan perbuatan itu ke polisi pada Selasa (30/7) sore di Polres Padangsidimpuan.

Merunut cerita Sd dari kesaksian NA. TMP telah mencabuli anak kandungnya itu sejak enam tahun lalu. TMP melakukan di dalam rumah mereka. Itu dilakukan sejak istrinya, RS, kabur dan kawin lagi. RS meninggalkan TMP termasuk keempat anaknya, saat korban yang sulung masih duduk di bangku kelas satu SD.

Selanjutnya, Rabu (31/7/2019) siang, wartawan mencoba mengunjungi rumah pelaku dan korban sekaligus TKP.
Di dalam rumah papan yang disangga enam tiang itu, ada Nek FL (70) yang juga nenek Sd dan korban tengah makan dari sebungkus nasi dan segera menghentikannya. Nek FL begitu emosional dan tak menyangka TMP berbuat demikian.

Di dalam rumah panggung berukuran 5×3 meter ini, tidak ada kamar. Yang terlihat hanya perlengkapan rumah tangga berupa kompor, piring dan perlengkapan lainnya yang berserak, serta pakaian bergelantungan di seutas tali yang diikat dari tiang tengah rumah itu. Itu juga menjadi pembatas tempat tidur mereka. Anak TMP paling bungsu, tampak pulas di balik gantungan pakaian itu.

“Siapa (anak perempuannya) itu mengadu-adu. Kalau udah kenak pukul, siapa yang nggak mengaku. Nggak ada pun dibuatnya, diakuinya itu ada,” sebut Nek FL masih membela anaknya.

Nek FL juga merasa cemas akan keadaan anaknya yang selama ini merawatnya. Pun untuk mencukupi kebutuhan rumahtangga. Apalagi kata Nek FL, selama ini TMP yang bekerja buruh bangunan cukup membantu penghasilannya yang hanya memulung botol plastik minuman.

“Kalau begini, kasus perkosaan bisa itu katanya sampai 9 tahun dipenjara. Tidak tahu lagi aku, bagaimana. Ini pun makan tidak selera lagi,” kata nenek yang mengaku menderita asam urat dan kurang pendengaran itu, dengan nada meninggi sambil menangis.

Atas perbuatannya, TMP kini telah diamankan kepolisian. Dan hari ini, polisi juga sudah membawa korban untuk proses pemeriksaan secara visum et repertum.

“Betul itu, sudah kita amankan,” kata Kasat Reskrim Polres Kota Padangsidimpuan AKP Abdi Abdillah, menyarankan ke Unit PPA untuk keterangan lebih detail.

Sebelumnya, di Markas Polres Kota Psp, pelaku TMP juga sudah mengaku perbuatan yang dipersangkakan itu. Dia mengaku beberapa kali berbuat demikian terhadap putrinya, dan hanya pada yang sulung, NA. (san)