News

Tapteng Peringkat 7 Kematian Ibu saat Melahirkan di Sumut

FaseBerita.ID – Kabupaten Tapanuli Tengah peringkat ke-7 kematian ibu saat melahirkan di Sumatera Utara yang sebagian besar disebabkan oleh berbagai faktor.

Hal itu Hal itu terungkap saat acara Workshop yang digelar United States Agency for Internasional Development (USAID) di Hotel Rindang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (3/5).

Dalam paparannya dr Eka Dewi selaku Monitoring Evaluation Specialist  dari USAID-Jalin Sumut mengatakan, bahwa Provinsi Sumatera Utara menduduki peringkat ke 5 tingkat kematian ibu dan anak di Indonesia. Dimana setiap minggu, 5 orang ibu dan 18 bayi baru lahir meninggal di Sumatera Utara.

Untuk itulah Menteri Kesehatan RI menjalin kerjasama dengan USAID untuk menanggulangi tingkat kematian ibu dan anak ini. Dan USAID sendiri melalui program Jalin sudah bergerak ke masing-masing daerah di Sumatera Utara, salah satunya menggelar kegiatan Workshop ini.

“Dimana sesuai dengan data yang kita peroleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara tahun 2017, bahwa Kabupaten Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Sidimpuan dan Kabupaten Tapanuli Tengah penyumbang angka kematian ibu di Sumatera Utara,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan dr Eka, faktor penyebab kematian ibu dan anak di empat kabupaten yang merupakan penyumbang tertinggi angka kematian ibu dan anak di Sumut, adalah, faktor 3 terlambat dan 4 terlalu.

Tiga terlambat itu artinya, terlambat merujuk, terlambat sampai ke tempat rujukan, dan terlambat mendapat pertolongan. Terlambat merujuk, artinya, kurangnya kesiapan dari keluarga itu sendiri. Terlambat sampai ke tujuan atau tempat rujukan, karena faktor infrastruktur yang jelek dan jarak yang jauh ke lokasi rujukan.

“Terlambat mendapat petolongan, karena minimnya tenaga dan alat medis. Sedangkan 4 terlalu itu adalah, terlalu muda saat melahirkan belum sampai berusia 20 tahun. Terlalu tua saat melahirkan lebih dari 30 tahun. Terlalu rapat jarak kelahiran tidak sampai dua tahun, dan terlalu banyak anak,” ungkapnya.

Untuk itulah dalam program USAID Jalin ini USAID melibatkan mitranya seperti pemuka agama, pemuda, wartawan dan juga pemerintah serta kelompok masyarakat.

Kegiatan Workshop yang berlangsung selama dua hari ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Mandaling Natal, HM Ja’far Sukhairi Nasution didampingi Kadis Kesehatan, dr Syarifuddin Lubis. Sedangkan pembicara dari USAID Jalin adalah, dr Deka Dewi, Nasril Lubis, Toga Nainggolan.

Sedangan dipilihnya Mandiling Natal sebagai tempat penyelenggara workshop, karen Madina adalah 15 Kabupaten/kota tertinggi se Sumut angkat kematian ibu dan anak. (ant)