News

Tangkap Oknum Perambah Hutan di Desa Sianggunan Sosopan!

PALAS, FaseBerita.ID– Perambahan liar yang terjadi di Bukit Barisan wilayah Desa Sianggunan Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) harus ditindak tegas. Dampaknya dianggap fatal, dan akan merusak lingkungan serta mengakibatkan erosi dan banjir.

Ketua DPD AMPI Palas Mardan Hanafi Hasibuan SH MH, Selasa (23/3) kepada Metro Tabagsel menegaskan, perambahan hutan itu memiliki dampak terhadap lingkungan, seperti erosi dan banjir yang bisa merugikan masyarakat di hilir. Dampak ini tentunya cukup meresahkan.

“Karena itu diminta kepada instansi terkait beserta penegak hukum untuk melakukan peninjauan sekaligus memberi tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat dalam perambahan itu,” tegas Mardan Hanafi.

Sebelumnya menurut keterangan kepala desa Sianggunan M Raja Syahnan kepada wartawan membantah adanya perambahan liar. Hanya saja, ada perencanaan membuka lahan perkebunan sistem plasma kopi Hibrida.

“Areal yang dipersiapkan itu masih areal penggunaan lain (APL) sekitar 400 hektar. Dan perusahaan yang menjadi mitra dalam pembukaan lahan plasma tersebut, CV Mutiara Batang Toru,” kata kepala desa.

Sayang, belum ada tanggapan dinas lingkungan hidup dan kehutanan kabupaten Palas terkait perambahan hutan ini. Saat dihubungi kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Daerah (BLHKD) kabupaten Padang Lawas tidak ada respon. Hanya saja Ramlan Siregar selaku kabid kehutanan mengatakan bahwa kawasan hutan itu masuk wilayah kehutanan provinsi.

“Bukan kewenangan kita itu, itu provinsi,” sebut Ramlan.

Menanggapi itu, warga desa sekitar mulai gerah. Sebab, jika tidak ditindak, akibatnya sangat berdampak buruk bagi kelanjutan kehidupan warga ke depan.

“Tidak bisa itu, akan kita demo kepala desa itu beramai-ramai. Dan akan kita laporkan,” sebut Galepor Siregar saat berbincang dengan Metro Tabagsel. (tan/fabe)

USI