News

Tanda Jalur Pelayaran Ganggu Aktifitas Nelayan Ajibata

FaseBerita.ID – Nelayan di Danau Toba wilayah Pelabuhan Ajibata Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba mengaku merasa terganggu mencari ikan dengan keberadaan sebuah benda yang mirip jangkar di perairan Danau Toba.

‚ÄúPenempatan jangkar dengan pelampung dari metal di permukaan air di sekitar pelabuhan Ajibata menganggu pergerakan perahu nelayan untuk mencari ikan, jaring atau doton tersangkut pada tali jangkar. Kita minta jangkar dibersihkan,” kata beberapa nelayan, satu diantaranya bermarga Sitio.

Terpisah, Dinas Perhubungan Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) II Wilayah Sumatera Utara melalui Marine Inspektur Danau Toba Rijaya Simarmata menyampaikan, pelampung yang timbul di permukaan perairan Danau Toba bukan jangkar, melainkan hanya pelampung yang sengaja diikatkan tali dengan beban ke dasar air agar pergerakan pelampung tidak lari jalur.

Menurut Rijaya, pelampung di permukaan air sekitar pelabuhan kapal perusahaan RSI tidak menganggu aktifitas nelayan dan penempatan pelampung berfungsi untuk jalur pelayaran transportasi perusahaan agar menggangu pelayaran kapal-kapal lainnya ketika beroperasi di Pelabuhan Ajibata.

Pihaknya mendukung dan mengetahui penempatan pelampung di permukaan air khsusnya di sekitar dermaga perusahaan di kedalaman 8 meter sebagai tanda jalur pelayaran pengangkutan ikan.

“Penempatan pelampung masih uji coba dan suratnya sudah di proses. Kita juga menyarankan agar perusahaan membuat lampu buoy yang berkedip-kedip diatas pelampung sehingga jalur pelayaran tampak jelas di malam hari,” kata Rijaya. (aos/fabe)