News

Tanah dan Sejumlah Bangunan Dieksekusi di Padangsidimpuan

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Pengadilan Agama Padangsidimpuan sukses melakukan sita eksekusi tanah dan sejumlah bangunan di Jalan Kenanga Nomor 8, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Kamis (22/8/2019).

Informasi dihimpun, Ketua Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan Arif Hidayat SAg MAg mengeluarkan Surat Penetapan No. 1/Pdt.G/Eks/2019/PA.Pspk tertanggal 3 Juli 2019 lalu untuk dilakukan sita eksekusi atas objek sengketa tanah berikut bangunan yang ada di atasnya dengan luas lebih kurang 3945,75 meter, beserta rumah induk seluas lebih kurang 600 M2. Selain itu ada juga bangunan bekas SMP Perguruan Rakyat seluas lebih kurang 500 M2.

Berdasarkan surat tersebut, Panitera Pengadilan Agama kemudian melakukan sita eksekusi, untuk selanjutnya dilakukan pelelangan ke KPKNL melalui Pengadilan.

“Alhamdulillah hari ini Pengadilan Agama telah selesai dan lancar melakukan sita eksekusi atas tanah dan rumah serta bekas sekolah SMP Perguruan Rakyat yang selama ini ditempati dan dikuasai Dr Badjora Siregar bersama keluarganya di Jalan Kenanga No 8 Padangsidimpuan, guna dapat dilakukan pelelangan nanti di KPKNL oleh Pengadilan Agama Psp,” kata Marwan Rangkuti, selaku Kuasa Hukum ahli waris Almarhum BM Muda Siregar di kantornya.

Menurut Marwan, sita eksekusi atas objek sengketa itu adalah buntut dari sengketa warisan yang dilakukan ahli waris alm BM Muda Siregar (Drs Pintor Siregar Dkk) atas harta warisan ayahnya yang selama ini dikuasai dan ditempati bahkan diakui sebagai milik pribadi Dr Badrjora Siregar bersama anak-anaknya tanpa izin ahli waris lainnya.

Dan akhirnya, kata Marwan, sesuai isi Putusan Mahkamah Agung RI No. 233 K/AG/2018 tanggal 18 April 2018 jo, Putusan Pengadilan Tinggi Agama Medan No. 102/PDT.G/2017/PTA-MDN tanggal 09 Nopember 2017 jo, Putusan Pengadilan Agama Kota Padangsidimpuan No.141/Pdt.G/2016/PA.PSPK tanggal 12 Juli 2017, objek yang disita eksekusi bukanlah milik dr Badjora Siregar melainkan milik seluruh ahli waris alm BM Muda Siregar.

“Atas dasar putusan MA itulah dilakukan sita eksekusi guna nantinya akan dilelang. Sehingga dengan adanya sita ekseksusi itu, setiap orang dilarang menjual, menyewakan maupun menggadaikan objek sita eksekusi kepada siapapun kecuali ada izin seluruh ahli waris alm BM Muda. Bila itu dilakukan, maka bisa dipidana,” tegasnya sesuai dengan yang tertera di undang-undang.

Saat ditanya apakah masih ada harta warisan yang masih dikuasai dan diakui Dr Badjora Siregar? Marwan mengaku masih banyak harta warisan yang menjadi hak dari ahli waris alm BM Muda Siregar yang diklaim dan dikuasai serta diakui oleh dr Badjora Siregar bersama anaknya. Bahkan sebagian diduga sudah ada yang dijual maupun disewakan. Sehingga atas adanya dugaan penjualan ataupun penyewaan itu, akan diajukan tuntutan hukum.

”Dari informasi klien kami, selain objek yang disita eksekusi, masih ada harta warisan yang diklaim dan diakui serta diduga telah dijual maupun dikontrakkan oleh Dr Badjora Siregar ataupun anaknya tanpa seizin klien kami. Dan, itu semua sedang kami inventarisir guna melakukan penuntutan secara hukum nantinya,” pungkas Alumni UISU Medan itu. (san)