News

Tampil di TCWMF, Opera Batak Ingatkan Kisah Tahu 70an

TOBASA, FaseBerita.ID – Saat Pagelaran Toba Caldera Wolrd Music Festival (TCWMF) yang diadakan di Bukit Singgolom Desa Lintong Nihuta Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Samosir dimulai pada Jumat 14 Juni hingga Minggu 16 Juni 2019, bangkitkan kisah Opera Batak pada tahun 70 an oleh dua orang tua lansia (Oppung)  pengunjung pagelaran tersebut.

Kedua oppung tersebut adalah E. Boru Simanjuntak (79) dan Boru Pardede (72) warga Kecamatan Tampahan. Mereka sengaja datang untuk menikmati berbagai konser musisi Nasional dan Musisi Internasional yang diikuti oleh empat negara yakni Indonesia sebagai tuan rumah, Meksiko, Malaysia dan China.

Menurut oppung Boru Simanjuntak saat ditemui  kru media ini di lokasi konser, Sabtu (15/6), mengatakan dirinya begitu senang dan bahagia karena sudah begitu lama dirinya tidak pernah menghadiri konser ataupun pertujukan musik seperti ini. Ia mengaku jadi teringat seniman Opera Batak pada tahun 70 an yaitu Opera Serindo.

Gabe taringot ahu uju haposoon si naujui, masa-masa ni Opera Batak. Ujui, holan Opera i Dope hiburan di Toba on. Pola do hami mardalan Pat sampe marpuluh kilometer holan laho mamereng hiburan Opera Batak i. Molo dung Sahat iba najolo di luat Opera i, perasaan niba nungnga rodi dia manang sonang soharibo-riboan (Jadi teringat saya pada masa muda dulu, jaman Opera Batak. Dulu, cuma Opera Batak satu-satunya hiburan di daerah Toba ini. Kami berjalan kaki hingga berpuluh kilo meter jaraknya hanya untuk menyaksikan drama musikal Opera Batak tersebut. Bila kita telah sampai di lokasi Opera Batak masa itu, perasaan kita sudah berada di langit ke tujuh sanking senangnya.),” sebut oppung Boru Simanjuntak sembari ketawa kecil.

Ia juga sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Toba Samosir karena telah mengadakan acara TCWMF tersebut. Selain menghibur masyarakat Tobasa, juga menambah daya tarik wisatawan di daerah Toba Samosir.

“Mudah-mudahan tidak hanya sekali ini acara seperti ini dilaksanakan, saya harap bisa diadakan tiap tahunnya. Terimakasih banyak kepada pemerintah atas diadakannya kegiatan ini. Pesan saya, Semoga generasi muda bisa melestarikan budaya Batak seperti Kelompok Musisi Universitas Nomensen yang bisa memadukan alat musik tradisional Batak dengan alat musik modern. Majulah generasi muda Batak, majulah Wisata Toba Samosir dan majulah Negeriku,” tuturnya. (os)