News

Tak Jera 3 Kali Masuk Penjara, Residivis Ketahuan Mencuri Kreta Lagi

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Meski sudah pernah dipenjara 3 kali, tidak membuat jera residivis kasus curanmor ini. Setelah bebas setahun lalu, pria berinisial FYAAZ alias F (21) ini kembali beraksi.

Dia berhasil melarikan satu unit Honda Supra X 125 BB 2109 NL milik Amlir Pasaribu (66) yang diparkir di depan sebuah toko di Jalan Marganti Sitompul pada bulan Maret yang lalu. Namun, polisi berhasil menangkap pelaku dari rumahnya di Jalan Rajap Simatupang, Desa Sibuluan, Tapteng, Sabtu (15/6) sekira pukul 03.00 WIB dinihari.

Penangkapan pria yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut menurut Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu Ramadhansyah Sormin, bermula dari laporan korban yang merupakan warga Desa Sorkam Kanan, Dusun III Tapteng.

“Menurut laporan korban, saat itu dia ke Jalan Marganti mau mengambil kardus. Dia memarkirkan kretanya di depan sebuah toko. Karena dia merasa hanya sebentar, diapun tidak mencabut kunci kontaknya. Waktu mau pergi, dia melihat kretanya sudah dibawa lari oleh tersnagka ini,” kata Sormin, Kamis (20/6/2019).

Korban sempat mengejar tersangka, namun gagal karena ada seseorang yang merupakan teman tersangka, yang namanya masih dirahasiakan oleh pihak Kepolisian, guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. “Melihat tersangka telah mengambil kretanya, saat itu ada yang seperti menghalang-halangi korban untuk mengejar tersangka,” ungkapnya.

Setelah menerima laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti dan informasi. Akhirnya, polisi berhasil mengungkap identitas pelaku. Polisi kemudian menjemput pelaku dari rumahnya.

Menurut keterangan tersangka kepada penyidik, kejadian bermula saat dia dan temannya yang sebelumnya pernah sama-sama menjalani masa hukuman di Lapas Tukka sedang berjalan di sekitar Jalan Marganti Sitompul.

Tiba-tiba dia melihat sebuah sepedamotor yang terparkir dengan kunci kontak masih melekat pada lubang kunci. Timbul niat tersangka untuk beraksi kembali. Dia pun kemudian meminta bantu temannya, agar pada saat dia melarikan kreta tersebut, temannya menghalangi pemilik kreta agar tidak mengejarnya.

“Melihat kunci kontak tinggal di kreta, timbul niatnya untuk mengambilnya dan mengatakan pada temannya agar mengelabui si pemilik barang. Selanjutnya tersangka menghidupkan mesin dan membawa kreta dengan meninggalkan temannya didepan toko,” terang Sormin.

Tersangka kemudian membawa kreta ke daerah Rawang. Kemudian, tersangka membuka plat nomor kreta tersebut dan membuangnya ke laut. “Kemudian,kreta itu dipakai-pakai oleh tersangka,” tukasnya.

Setelah dipakai selama 2 minggu, tersangka kemudian menjualnya kepada orang yang tidak dikenalnya seharga Rp1.300.000. Uang hasil kejahatan tersebut kemudian dia habiskan sendiri dengan belanja kebutuhan hidupnya.

“Uang tidak ada diberikan kepada temannya tersebut. Semua dia habiskan untuk biaya hidup serta membeli kalung besi putih seharga Rp45.000,” pungkasnya.

Dari data kepolisian, tersangka pernah menjalani hukuman di Lapas Tukka sebanyak 3 kali dalma kasus curanmor. Yang pertama dihukum selama 3 bulan, kedua 8 bulan dan yang terakhir pada tahun 2016, dihukum selama 2 tahun.

Tersangka diketahui telah berumah tangga dan memiliki seorang anak. Sementara, isterinya bekerja di Malaysia.
Tersangka kini ditahan di RTP Mapolres Sibolga. Dia dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 3 dan 4 dari KUHPidana. Dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun. (ts)