News

Tak Dapat Bantuan Sembako Belasan IRT datangi Kantor Bupati Labuhanbatu

FaseBerita.ID – Tak dapat bantuan sembako, belasan ibu rumahtangga beramai-ramai mendatangi kantor Bupati Labuhanbatu, di Jalan Sisingamangaraja, Rantauprapat, Senin (11/5).

Sebagian mereka datang membawa anak, sambil menangis dengan harapan mendapat sembako dalam menghadapi suasana pandemi Covid-19.

“Kami hanya berharap bantuan saja, bukan lebih dari itu. Hanya satu alasan kami kemari, keberlangsungan hidup anak-anak kami,” ujar sejumlah kaum ibu dari Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara itu.

“Kami meminta perhatian Bupati Labuhanbatu,” kata Lely salah seorang warga.

Namun miris, niat mereka menemui Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe tidak kesampaian. Meski mobil dinas bupati terparkir di depan kantornya. Menanggapi keluhan belasan warga tersebut, Sekda Kabupaten Labuhanbatu Ahmad Muflih, tak memberikan komentar. Ahmad Muflih hanya tersenyum melintasi para wartawan.

ASN Keluhkan TPP Tak Kunjung Dibayarkan Dinas PMD

Salah seorang ASN Eselon lll Ra mengeluhkan Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) dari Dinas Pemberdayaan Desa Labuhanbatu hingga saat ini belum dibayarkan.

Menurutnya, tunjangan gaji di bulan Januari masih layak dia terima karena dirinya masih tercatat di dinas tersebut, sebelum dikeluarkannya surat keputusan pindah tugas ke tempat yang baru pasca pelantikan jabatan pada tanggal 5 Januari 2020 lalu.

“Saya dilantik pindah tugas ke tempat yang baru pada 6 Januari 2020. Dan keluar Surat Keputusan dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Labuhanbatu pada tanggal 29 Januari 2020. Kan masih layak saya terima TPP tersebut,” ujar Ra kepada wartawan, Selasa (12/5/2020) sore.

Anehnya, kata Ra, tanpa alasan yang tidak masuk akal, Kadis Pemberdayaan Desa Labuhanbatu hingga kini belum mengeluarkan hak saya itu.

“Kata Pihak PMD itu kebijakan Kepala Dinas, sehingga saya tidak lagi menerima tunjangan yang dimaksud, kan tidak masuk di akal, TPP saya itu terhalang dengan kebijakan Kadis,” jelasnya.

Ditambahkannya, sebelumnya dirinya telah berkoordinasi dengan pihak BKPP Labuhanbatu, kemudian mereka menyuruh pihak PMD segera membayarkan. Namun sampai saat ini belum juga terealisasi.

“Saya di Dinas PMD Labuhanbatu kemarin sebagai Kabid. Dan uang tunjangan tersebut, sekitar Rp 3,5 juta. Kan lumayan. Apalagi masa sekarang ini,” tandas Ra.

Sementara itu Plt Kadis PMD Labuhanbatu Abdi saat dihubungi wartawan membenarkan TTP atas nama Ra tidak diberikan dengan alasan sejak Januari ASN tersebut sudah pindah tugas.

“Sudah digantikan dengan ASN bernama Fahmi. Makanya tidak kami bayarkan, karena ada aturan mainnya. Besoklah saya jelaskan detail. Ini saya lagi di Berombang,” jawabnya singkat melalui seluler. (bud/fdh/han/rah)

USI