News

Tahanan Kasus Pencurian Menikah di Mapolsek

MEDAN, FaseBerita.ID – Begitu besar cinta Ayu Winda Puspita Sari terhadap kekasih hatinya, Jefri (25). Perempuan berusia 24 itu tetap setia dan mau menikah dengan Jefri yang berstatus sebagai tahanan karena kasus pencurian.

Keduanyapun sah sebagai suami istri setelah proses ijab kabul di Kantor Polsek Medan Timur, Rabu (26/6). Sang mempelai pria ditangkap petugas karena terlibat kasus pencurian kabel di Center Point dan saat ini proses hukumnya masih berjalan.

Acara ijab kabul digelar di Polsek Medan Timur dengan dihadiri perwakilan dari pihak keluarga kedua mempelai. Kapolsek Medan Timur Kompol Arifin juga hadir menyaksikan proses tersebut. “Kita memfasilitasi permintaan keluarga yang meminta agar ijab kabul dilakukan disini,” kata Kompol Arifin.

Arifin menjelaskan, Jefri ditangkap 5 hari lalu. Pihak keluarga kemudian mengajukan permohonan agar difasilitasi untuk menikah di Kantor Polisi mengingat undangan pernikahan keduanya yang sudah sempat disebarkan.

Ini hal yang manusiawi. Setelah ijab kabul tadi kita biarkan dulu mereka saling bersilaturahmi. Nanti mempelai perempuan dan keluarga pulang, namun mempelai laki-laki masih harus tinggal di sini karna prosesnya masih berjalan,” ujarnya.

Pihak keluarga sendiri menyampaikan terima kasihnya kepada Polsek Medan Timur yang menyediakan tempat untuk melangsungkan ijab kabul. “Terima kasih pak. Dan ini menjadi pelajaran berharga buat kami,” kata salah seorang kerabat mempelai laki-laki.

Pernikahan pasangan Jefri dan Ayu Winda Puspita Sari sendiri merupakan pernikahan tahanan kedua yang difasilitasi oleh Kapolsek Kompol Arifin. Sebelumnya perwira menengah Polri ini juga pernah memfasilitasi pernikahan mempelai yang berstatus tersangka saat ia menjabat Kapolsek Medan Area. “Menikahkan orang itu kan ibadah,” katanya kepada wartawan.

Ia mengisahkan, pernikahan pertama di kantor polisi yang difasilitasinya adalah pernikahan pasangan Frengki Hutapea (23) dengan Elis Boru Manulang (22) pada Kamis 17 Maret 2016 lalu. Pasangan ini terpaksa menikah di kantor polisi karena membuang bayi hasil hubungan mereka. Sedangkan pernikahan kedua yang difasilitasinya di Polsek Medan Timur hari ini karena mempelai laki-laki terlibat kasus pencurian.

“Terlepas dari kasus yang mereka jalani, kita kan melihat sisi manusiawi juga. Mereka meminta difasilitasi untuk melangsungkan pernikahan, ya tidak ada salahnya kita fasilitasi. Ini juga atas atensi Kapolrestabes Medan pak Dadang Hartanto,” ujarnya.

Memfasilitasi pernikahan tahanan di kantor polisi sendiri menurut Arifin tidak mengurangi wibawa Polri ditengah masyarakat. Justru menurutnya, hal ini menjadi bagian dari tugas mereka melayani masyarakat. “Artinya begini, proses hukum tetap berjalan dan sisi manusiawinya juga kita tunjukkan bahwa polisi itu akan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (ps)