News

Tabrak Pohon, Pemuda Beranting Tewas

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Seorang pemuda memakai anting tindik di telinga sebelah kiri belum diketahui identitasnya ditemukan tewas setelah sepedamotornya jenis Honda Sonic BK 6072 SAE menabrak pohon tepat di depan Gereja Katolik Santo Antonius Padua Tiga Raja Saribudolok, Kecamatan Silamakuta, Kabupaten Simalungun, Minggu (11/8/2019) pagi sekira pukul 05.30 WIB.

Informasi dihimpun, awalnya pemuda berambut pirang itu mengendarai sepedamotor Honda Sonic BK 6072 SAE datang dari arah Kabanjahe Kabupaten Tanah Karo menuju arah Saribudolok, Kabupaten Simalungun.

Setiba di tempat kejadian perkara (TKP) kondisi tikungan, tiba-tiba sepedamotor dikendarai pemuda itu menabrak sebatang pohon tepat di depan Gereja Katolik Santo Antonius Padua Tiga Raja Saribudolok yang berada di sebelah kiri jurusannya.

Pemuda memakai celana pendek warna abu-abu itu terhempas dan terkapar bersimbah darah di aspal. Hanya saja warga tidak dapat menolong karena pemuda ditaksir berusia sekitar 25 tahun itu ditemukan sudah tewas di tempat.

Tidak lama kemudian personel piket Poslantas Saribudolok datang melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat pemuda itu dengan membawa ke RSU Bethesda Saribudolok. Sedangkan sepedamotornya diamankan ke Poslantas Saribudolok.

Tidak adanya ditemukan kartu identitas atau kartu pengenal bahkan tidak ada yang mengenali sehingga mayat pemuda itu dibawa personel piket Unit Laka Sat Lantas Polres Simalungun yang datang ke RS Bethesda Saribudolok ke ruangan jenajah RSUD Djasamen Saragih di Kota Siantar untuk divisum Tim Forensik.

Sementara itu Kanit Laka Iptu Amir Mahmud dikonfirmasi melalui selulernya, Minggu (11/8/2019) sekira pukul 14.40 WIB, membenarkan tewasnya pemuda tersebut dan masih dilakukan penyelidikan sekaligus pencarian identitas pemuda tersebut.

“Kita belum tau korban orang mana karena kartu identitas korban tidak ada kita temukan, sampai saat ini jenazah korban masih di ruang mayat RSUD Djasamen Saragih Kota Siantar,” ujarnya.

Saat ditanyai lebih lanjut, Iptu Amir Mahmud masih menunggu keluarga korban dan akan melakukan identifikasi melalui sidik jari untuk mengetahui nama korban.

“Sampai sekarang belum ada informasi dari keluarga korban dan kita akan melakukan identifikasi sidik jari untuk mengetahui nama korban,” sebut perwira balok dua emas dipundaknya itu. (mag03/mag05)

USI